Sedangkan jumlah warga AS yang memajukan klaim dari kehilangan pekerjaan alami penurunan pada minggu yang kemarin, berdasar pada laporan yang dilaunching dalam Departemen Tenaga Kerja untuk hari Kamis (15/Maret) pada session New York. Keadaan itu makin menguatkan bukti perbaikan bidang pasar tenaga kerja yang ada di Negeri Paman Sam dimuka tahun 2018.
Bahkan berani mengklaim pengangguran AS selama minggu yang kemarin turun sejumlah 4, 000 jadi 226, 000, pada perhitungan yang selesai tanggal 10 Maret. Jumlah itu masih tetap lebih tinggi dibanding launching klaim tanggal 24 Februari yang kemarin, yang pernah menyentuh angka 210, 000 (Rekor paling rendah mulai sejak 1969). Menurun angka Jobless Claims minggu yang kemarin sudah sesuai sama perkiraan ekonom terlebih dulu.
Launching data Jobless Claims malam hari ini sekalian jadi minggu ke-158 dengan beruntun, angka yang sudah diklaim pengangguran ada dibawah level 300, 000. Batas itu adalah ambang kesehatan bidang tenaga kerja AS.
Petinggi Fed terlebih dulu sudah berkali-kali menyatakan kalau keadaan pasar lapangan kerja yang ada di Negeri Paman Sam sedikit sekali lagi menjangkau Full Employment, kondisi tersebut membuat tingkat pengangguran yang diperkirakan akan makin alami penurunan dalam sebagian bulan yang akan datang.
Sedangkan untuk laporan yang lain dilaunching untuk hari Kamis Departemen berkaitan memberikan kenaikan harga barang Import AS bulan Februari, di dalam pelemahan Dolar pada major currencies mulai sejak awal tahun 2018. Dolar yang melemah mengakibatkan harga barang dari negara beda makin mahal, hingga tingkatkan harapan inflasi yang diperkirakan akan menembus sasaran Fed sebesar 2 % tahun ini.
Dari laporan departemen Tenaga Kerja memberikan laporan Impor Prices AS bulan yang kemarin naik 0. 4 %, sesudah melambung 0. 8 % untuk periode bulan Januari. Bahkan dari basis tahunan, harga barang import naik sebesar 3. 5 % YoY sampai Januari.
Impor Prices diluar barang otomotif terdaftar naik 0. 5 %, yang disebut kenaikan paling besar mulai sejak Januari 2014, sesudah turun sepanjang periode Januari. Kenyataan beda mengatakan kalau harga barang import yang datang dari China naik 0. 2 %.






