Beranda Analisa Forex Jelang Tahun Baru 2020 Pound Stagnan

Jelang Tahun Baru 2020 Pound Stagnan

645
0

Mata uang Poundsterling diperjualbelikan sideways pada Dolar AS serta Euro ini hari 26/12. Selesai Natal, volatilitas condong minim sebab aktor pasar masih terbuai dalam situasi berlibur serta kurangnya launching berita berefek besar.

Walau sebenarnya, tempat Pound sekarang diduga memerlukan katalis yang cukup kuat agar break out mengarah khusus. Waktu berita dicatat, GBP/USD masih terkungkung dibawah 1.3000, sesaat EUR/GBP ada di seputar 0.8550-an.

Pasangan GBP/USD sudah membumbung ke atas 1.2800 semenjak PM Boris Johnson menginformasikan tercapainya garis-garis besar persetujuan brexit dengan Uni Eropa pada awal bulan Oktober 2019.

Pound serta melejit cepat sesudah Johnson memenangi pemilu penting yang memberinya amanat semakin besar untuk memastikan arah serta agenda brexit.

Tetapi, tempat Pound surut kembali pada rata-rata dibawah 1.3000 pada minggu lalu, sebab banyak faksi cemas Inggris selanjutnya akan sangat terpaksa keluar dari Uni Eropa tanpa ada persetujuan dagang yang wajar di akhir tahun 2020.

Sterling sudah sampai level dukungan mayor pada GBP/USD dengan mundur ke 1.3000. Adakah lumayan banyak ketidakpastian sekarang untuk menggerakkannya keluar dari level itu?

Kemungkinan, dengan 1.2800 jadi level selanjutnya, tapi saya curigai beberapa aktor hedging serta trader yang optimistis akan selekasnya aktif selekasnya disamping long, kata John Hardy, kepala ahli taktik forex di Saxobank.

Lepas dari apa Pound akan kembali bullish atau meneruskan penurunan, bisa saja akan dipastikan oleh bermacam rumor berkaitan brexit.

Masalah ini hadapi suspensi sesaat sebab waktu reses parlemen sepanjang libur Natal serta Tahun Baru, tapi akan bangkit kembali pada awal tahun kedepan.

Posisi short netto GBP sudah jatuh ke level paling rendah semenjak Mei, karena keinginan jika pemerintahan sebagian besar baru di Inggris akan membuahkan menyusutnya ketidakpastian politik.

Meskipun begitu, PM Johnson masih memakai intimidasi No-Deal Brexit jadi strategi negosiasi dalam perundingan dagang mendatang dengan Uni Eropa. Jadi brexit masih jadi unsur penggerak buat Pound, tegas Jane Foley.

Foley memberikan tambahan, Kegigihan Johnson untuk memakai intimidasi No-Deal Brexit jadi strategi negosiasi akan membuat Pound rawan pada desakan tindakan jual jika perundingan dagang di antara Uni Eropa serta Inggris tidak berjalan lancar.

Ketidakpastian politik peluang bertindak selaku beban buat perkembangan ekonomi Inggris serta tingkatkan efek pemotongan suku bunga BoE, hingga seharusnya batasi kekuatan kenaikan buat Pound.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses