Dalam Perdagangan hari ini /USD semakin kuat sebesar 0.2 % memasuki session New York hari 3/Juli.
Hal tersebut dipengaruhi solidnya penguatan harga yang terjadi khususnya pasar komoditas, sedangkan pada saat bursa AS memasuki sesi penutupan dalam rencana perayaan Independence Day.
Namun, reli terlihat berhati-hati sebab aktor pasar menunggu agenda rapat RBA minggu kedepan.
Di pertemuan hari Selasa depan, RBA diprediksikan akan memantau suku bunga masih pada rekor paling rendah 0.25 % serta tidak mengtukar kebijaksanaan moneter lain.
Jika ini terealisasi, dari hasil itu rapat RBA kemungkinan jadi memunculkan konflik yang besar.
Tetapi ada peluang Gubernur RBA Philip Lowe akan sampaikan keluh kesah mengenai nilai tukar yang begitu kuat serta mempunyai potensi menciderai pemulihan ekonomi.
Jika Lowe betul-betul lakukan jawboning semacam itu, AUD/USD akan terbebani. Ditambah lagi bila dia memberikan ancaman akan lakukan interferensi.
Kami akan memprediksi semakin banyak protes dari RBA bila AUDUSD terancam menjaga gerakan di atas 0.70, tapi saya sangsi ini akan menyebabkan satu tanggapan kebijaksanaan, kata Adarsh Sinha, seorang ahli taktik dari BofA Global Research.
Ada peluang rapat suku bunga akan datang akan mengulas beberapa resiko buat perekonomian serta pilihan kebijaksanaan apa yang bisa diambil untuk mencegak AUD bergerak begitu tinggi.
Walau sentimen pasar global serta ketertarikan pada AUD dan export komoditi Australia langsung dapat lebih buruk bila eskalasi COVID-19 di AS serta lain tempat tidak turun, tutur Francesco Pesole dari ING.
Menurut Pesole, keluh kesah apa saja mengenai mata uang akan menyebabkan reaksi negatif dari nilai tukar Dolar Australia.
Tetapi, dia memandang reaksi akan terbatas saja, sesuai dengan pergolakan yang dirasakan saat beberapa rapat RBA paling akhir.
Australia termasuk juga salah satunya negara maju yang masih tetap tergantung pada penghasilan dari export komoditas. Jika nilai tukarnya tinggi, penghasilan exportnya mempunyai potensi menyusut.
Sebaliknya, nilai tukar yang loyo akan memberikan dukungan daya saing beberapa produk Australia di pasar internasional.
Paruh pertama tahun ini, Australia sukses mengtukarkan market share beberapa negara yang tengah bergumul dengan pandemi COVID-19 seperti Brazil.
Tetapi, kompetisi akan kembali lagi muncul selekasnya sesudah beberapa negara itu menormalisasi kesibukan ekonomi mereka.
Rupiah Tergelincir Jelang Opini Mengenai Monetisasi Hutang Indonesia






