Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Isu Eskalasi Membuat Dolar Komoditas Tidak Stabil

Isu Eskalasi Membuat Dolar Komoditas Tidak Stabil

662
0

Pasangan USD/CAD turun lebih dari 0.2 % ke posisi 1.3360 pada pertengahan session Eropa hari Senin ini 22/4, walau banyak bursa keuangan global yang masih tetap libur Paskah.

 

Pergolakan itu dipacu oleh kenaikan harga minyak mentah karena beredarnya berita tentang gagasan penambahan sangsi Amerika Serikat atas Iran.

 

Tetapi, berita yang sama malah menyebabkan Aussie serta Kiwi roboh. Waktu berita ditulis, AUD/USD sudah sedang mengalami penurunan 0.23 % ke posisi 0.7135, sedang NZD/USD melemah 0.18 % ke posisi 0.678.

 

Tahun kemarin, Amerika Serikat mengaplikasikan kembali sangsi atas Iran dengan dakwaan jika mereka tidak betul-betul akhiri program senjata nuklirnya.

 

Berdasar pada sangsi itu, Washington menyarankan semua entitas di dunia tidak untuk beli minyak Iran bila tidak ingin terkena sangsi juga.

 

Tetapi, saat itu, AS memberi pengecualian pada delapan negara yang sangat mungkin mereka untuk beli minyak Iran dengan hanya terbatas saat enam bulan. Ke-8 negara itu ialah China, India, Jepang, Korea Selatan, Italia, Yunani, Turki, serta Taiwan.

 

Barusan pagi, The Washington Post memberikan laporan jika AS tidak mengupdate ijinnya buat ke-8 konsumen minyak Iran itu.

 

Walau sebenarnya, supply minyak global sekarang ini sangatlah ketat, dikarenakan oleh aplikasi paket produksi oleh OPEC, krisis ekonomi Venezuela, dan perseteruan bersenjata di Libya. Mengakibatkan, harga minyak mentah melompat sampai hampir 3 % dalam perdagangan ini hari.

 

Minyak mentah type WTI sudah sampai posisi USD65.40 per barel, pas pada posisi paling tinggi enam bulan. Sementar itu, Brent Crude telah menyentuh posisi USD74.00 per barel.

 

Menjadi mata uang satu diantara negara exportir penting minyak serta supplier keperluan daya AS, Dolar Kanada diuntungkan oleh lonjakan harga kesempatan ini.

 

Meskipun begitu, jika AS betul-betul menegaskan sikapnya, jadi bisa buka kekuatan perseteruan baru dengan beberapa negara Asia, terutamanya China, Jepang, serta Korea Selatan yang sampai kini manfaatkan harga minyak yang tambah murah dari Iran.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses