Dolar AS naik terhadap sekeranjang mata uang primer lainnya dalam akhir perdagangan Selasa pagi WIB.
Lantaran ketidakpastian akibat COVID-19 mendorong selera para investor buat memburu mata uang tadi. Indeks dolar, yang akan mengukur greenback kepada enam mata uang utama, naik 0,13 persen menjadi 100,6932 dalam akhir perdagangan.
Sedangkan memasuki akhir perdagangan New York, Euro melemah menjadi 1,0791 dolar Amerika Serikat berdasarkan 1,0807 dolar AS pada sesi sebelumnya sekitar, dan pound Inggris melemah menjadi 1,2230 dolar AS berdasarkan 1,2244 dolar AS pada sesi sebelumnya sekitar.
Dolar Australia naik sebagai 0,6090 dolar Amerika Serikat menurut 0,5998 dolar Amerika Serikat. Dolar AS dibeli dalam 109,05 yen Jepang, lebih tinggi menurut 108,27 yen Jepang dalam sesi sebelumnya sekitar.
Dolar Amerika Serikat naik menjadi 0,9782 franc Swiss berdasarkan 0,9760 franc Swiss, dan turun menjadi 1,4118 dolar Kanada dari 1,4154 dolar Kanada.
Dari worldview pasar, pemerintah AS mungkin kurang fokus secara radikal pada risiko kesehatan saat memprediksikan antara risiko kesehatan dan ekonomi.
Karena Washington bergantung pada penutupan yang akan mungkin singkat dan terbatas, Ulrich Leuchtmann, seseorang analis pada Commerzbank Research, mengatakan dalam catatan pada Senin 6/4/2020.
Itu akan sebagai positif bagi dolar AS, karena pasar perdagangan valuta asing merupakan ekonomi, bukan salah satu sudut pandang moral.
Jumlah kasus Covid-19 pada Amerika Serikat mencapai 350.000 dalam Senin 6/4/2020 pukul 15.30 saat setempat 1930 GMT, dari Pusat Sains dan Teknik Sistem CSSE pada Universitas Johns Hopkins. Angka terbaru mencapai 352.546 dengan 10.389 kematian, dari CSSE.







