Beranda Broker Forex (12/12/’25) Indeks Dolar AS Terpuruk ke Level Terendah Baru, Cetak Penurunan Mingguan...

(12/12/’25) Indeks Dolar AS Terpuruk ke Level Terendah Baru, Cetak Penurunan Mingguan Ketiga Pasca Putusan The Fed

65
0
indeks dolar as, The fed

idnfx – Indeks Dolar AS (DXY) kembali menghadapi tekanan jual yang masif, bersiap menutup pekan ini dengan catatan negatif untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Hingga sesi perdagangan Jumat (12/12), Indeks Dolar AS diperdagangkan di kisaran 98.30, level terendah dalam beberapa bulan terakhir setelah gagal mempertahankan level psikologis 100.00.

Secara akumulatif, greenback diperkirakan mencatat penurunan mingguan sekitar 0.7%, memperdalam pelemahan Year-to-Date (YTD) yang kini mendekati angka 9%. Sentimen pasar saat ini didominasi oleh respons investor terhadap langkah terbaru Federal Reserve dan penilaian ulang terhadap prospek ekonomi AS di tahun mendatang.

Analisis Fundamental: Efek Domino Pemangkasan Suku Bunga

Kelemahan struktural Indeks Dolar AS saat ini berakar pada realisasi kebijakan moneter yang lebih longgar dari bank sentral AS. Berikut adalah faktor fundamental utama penggerak pasar:

  1. Dampak Pemangkasan Suku Bunga 25 bps

Pemicu utama pelemahan minggu ini adalah keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) pada hari Rabu lalu yang memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps). Meskipun langkah ini sudah diantisipasi sebagian besar pasar, konfirmasi pelonggaran kebijakan ini menghilangkan sisa-sisa harapan bagi bulls Dolar. Penurunan suku bunga secara langsung menggerus keunggulan imbal hasil (yield advantage) aset berbasis Dolar dibandingkan mata uang utama lainnya.

  1. Retorika Jerome Powell dan ‘Soft Landing’

Dalam konferensi pers pasca-pertemuan, Ketua The Fed Jerome Powell tidak memberikan sinyal hawkish yang diharapkan oleh pembeli Dolar. Sebaliknya, narasi yang berkembang adalah keyakinan The Fed terhadap skenario soft landing—di mana inflasi terkendali tanpa memicu resesi. Kondisi ini mengurangi permintaan Dolar sebagai aset safe haven. Pasar kini mulai memprice-in potensi pelonggaran lanjutan di tahun 2026 jika data inflasi terus melandai.

  1. Penguatan Mata Uang Rival

Pelemahan Dolar dimanfaatkan secara agresif oleh mata uang rival. Euro (EUR) dan Poundsterling (GBP) berhasil mencetak level tertinggi baru sejak Oktober, didukung oleh perbedaan sentimen kebijakan bank sentral masing-masing yang relatif lebih ketat dibandingkan The Fed saat ini.

Analisis Teknikal DXY (Indeks Dolar AS)

Secara teknikal, tren bearish pada DXY terlihat sangat dominan dan belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah yang valid.

  • Tren Utama: DXY berada dalam fase strong bearish trend yang dikonfirmasi oleh pembentukan struktur Lower Low (LL) baru di bawah level 99.00.
  • Breakdown Signifikan: Penembusan level psikologis 100.00 beberapa waktu lalu menjadi katalis teknikal utama yang memicu aksi jual lanjutan. Level ini sekarang telah beralih fungsi menjadi Major Resistance yang kuat.
  • Indikator Momentum: RSI (Relative Strength Index) pada timeframe Harian berada di wilayah oversold (di bawah 30). Meskipun ini mengindikasikan pasar jenuh jual, dalam tren yang kuat, kondisi oversold dapat bertahan lama sebelum terjadi koreksi teknikal (technical rebound).
  • Level Kunci (Support & Resistance):
    • Resistance: Area 99.50 – 100.00 menjadi atap yang sulit ditembus dalam jangka pendek. Kenaikan menuju area ini kemungkinan akan dimanfaatkan seller untuk melakukan re-entry sell.
    • Support: Fokus pasar kini tertuju pada level 98.00. Jika level ini ditembus, DXY berisiko meluncur lebih dalam menuju support historis berikutnya di area 97.50.

Korelasi Pasar dan Peluang Trading

Dinamika Indeks Dolar AS saat ini memberikan dampak signifikan pada instrumen lain:

  • EUR/USD: Tren bullish sangat kuat. Trader sebaiknya menunggu koreksi (pullback) untuk mencari peluang buy, dengan target jangka menengah di atas 1.1000.
  • XAU/USD (Emas): Emas mendapatkan keuntungan ganda dari pelemahan Dolar dan penurunan yield obligasi AS. Logam mulia ini berpotensi menguji resistensi atas selama Dolar tetap berada di bawah tekanan.

Kesimpulan dan Proyeksi Kedepan

Penurunan Indeks Dolar AS selama tiga minggu berturut-turut menegaskan bahwa sentimen pasar telah bergeser dari “Higher for Longer” menjadi antisipasi siklus pelonggaran. Dengan DXY yang kini terpuruk di level 98.xx, momentum ada di tangan penjual (bears).

Namun, trader harus tetap waspada. Mengingat posisi indikator yang sudah jenuh jual, risiko profit taking menjelang akhir pekan atau rebound teknikal sesaat tetap terbuka. Disarankan untuk tidak mengejar harga di posisi terendah (chasing the lows) dan menunggu koreksi harga ke area resistance terdekat sebelum mengambil posisi baru.

– idnfx


Disclaimer: Artikel ini disusun hanya untuk tujuan informasi dan edukasi, serta bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi trading. Perdagangan Forex dan instrumen keuangan lainnya memiliki tingkat risiko yang tinggi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses