International Monetary Fund IMF memperkirakan ekonomi Cina hendak senantiasa tangguh dalam jangka menengah sampai panjang, walaupun dalam jangka pendek dampak dari wabah virus corona masih belum jelas.
Melansir Reuters, Juru bicara IMF Gerry Rice berkata masih sangat banyak ketidakpastian buat meramalkan efeknya terhadap ekonomi Cina serta ekonomi global.
Namun IMF berharap mempunyai pengetahuan lebih kala negara-negara G20 berjumpa di Riyadh, Arab Saudi pada akhir minggu depan.
Kekhawatiran tentang virus corona kembali bertambah Kamis 13/2 setekah Provinsi Hubei, Cina yang jadi pusat penyebaran wabah memberi tahu kenaikan jumlah kematian serta ribuan permasalahan baru dengan memakai tata cara penghitungan yang lebih luas.
Sedangkan itu, Jepang pula mengumumkan satu korban wafat, serta menjadikannya negeri ketiga di luar Cina yang mencatatkan korban wafat akibat virus corona.
ice berkata, IMF menyongsong upaya Cina buat menahan laju penyebaran virus serta kurangi akibat ekonominya, tercantum lewat langkah- langkah ekonomi serta fiskal.
Dia meningkatkan, IMF siap menolong Cina cocok kebutuhan. Dalam jangka menengah serta panjang, kami senantiasa percaya kalau ekonomi Cina tangguh, kata Rice dalam jumpa pers semacam dilansir Reuters.
Cina mempunyai ekonomi yang besar, serta mempunyai sumber energi dan tekad buat mengalami tantangan ini.
Rice pula bilang, IMF berharap skenario di mana wabah menyusut seketika tetapi diiringi peningkatan yang pesat ataupun yang diketahui dengan pola V, namun skenario lain bisa jadi terjalin.
Terdapat banyak yang tidak dikenal, kata Rice, menjawab kenaikan jumlah permasalahan serta kematian akibat virus corona yang dilaporkan.
Terdapat banyak ketidakpastian, ini bergerak kilat. Kami cuma butuh sangat waspada serta berupaya dan memantau ini sebaik bisa jadi, katanya.
Rice berkata masih sangat dini buat memperkirakan akibat dari wabah virus corona, namun jelas skenario yang lebih negatif bisa pengaruhi rantai pasokan global serta mendesak sebagian industri AS buat melaksanakan diversifikasi.
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva pada Rabu 12/2 berkata, skenario dasar memperkirakan akibat ringan pada ekonomi global, semacam yang terjalin sepanjang wabah SARS pada tahun 2002-2003.
Namun dia berkata virus ini berbeda serta Cina menyumbang 19% dari ekonomi global, naik dari 8% kala itu.
Sepanjang wabah tadinya, kata ia, ekonomi dunia pula lebih kokoh. Georgieva berkata, buat dikala ini IMF berharap ekonomi AS hendak berkembang 2% pada tahun 2020.
Sambil menegaskan kalau proyeksi ini dapat berganti bila wabah virus corona merangsang akibat yang lebih sungguh- sungguh pada rantai pasokan.






