Dari laporan IMF memperingatkan untuk beberapa pencipta kebijakan untuk siaga pada resesi ekonomi selanjutnya walau memprediksi perkembangan global juga akan bertambah jadi laju paling cepat dalam 7 tahun ini karena pemotongan pajak AS dapat mendorong perusahaan untuk berinvestasi semakin besar.
Pemulihan kesempatan ini tawarkan peluang yang prima untuk beberapa pemimpjn dunia untuk melakukan perbaikan keadaan kemampuan ekonomi mereka, beberapa ungkap Direktur IMF, Christine Lagarde saat berjumpa media setempat saat pertemuan Lembaga Ekonomi Dunia di Davos Swiss.
Pihak dari IMF yang menambah sejumlah perkiraan ke 3, 9% di tahun ini serta jadi bertambah sekitaran 0, 2% lebih tinggi di waktu projectsi Oktober tahun kemarin. Projectsi itu juga akan jadi laju paling cepat mulai sejak 2011 waktu dunia mulai berbalik arah dari krisis keuangan.
Kurang lebih separo dari penambahan ekonomi global versus IMF ini datang dari pengurangan pajak partai Republik AS yang sudah disahkan pada Desember serta diundangkan pada tahun ini.
Pemototngan untuk tingkat pajak perusahaan juga akan memberi suport ekonomi AS dengan jumla rata-rata tumbuh mencapai 2, 7% dalam tahun ini, dan itu jau lebih tinggi sebesar 0, 4% dari pada prediksi IMF di Oktober yang lalu dalam up-date untuk World Economic Outlook.
IMF juga meramal kalau sesudah 2022 kelak, perkembangan ekonomi AS juga akan menyusut, menyeimbangi kenaikan yang sebelumnya karena pemotongan sebagian pajak individu juga akan selesai serta di waktu itu juga AS juga akan kurangi defisit anggarannya.
Proyek pertumbuhan AS yaitu yang teratas diantara negara maju, dengan keadaan yang tidak untungkan untuk Presiden Trump yang membenci kesenjangan dalam perdagangan AS dengan defisit sejumlah $505 milyar dimana defisit neraca berjalannya atau current akun selalu melebar karena import jadi membesar.
IMF juga berikan peringatan ke investor dimana koreksi pasar keuangan bisa mengakibatkan kerusakan skenario yang mungkin saja muncul di waktu valuasi aset yang besar serta premi berjangka yang mengetat.
Inflasi yang lebih tinggi bisa mendorong the Fed menambah suku bunga referensinya yang lebih cepat dari data perkiraan, hingga keadaan keuangan global mengetat serta tingkatkan ekonomi dengan tekanan utang yang besar.






