DXY reli semenjak Kamis malam serta menulis peningkatan seputar 0.4 % ke rata-rata 99.85 dalam perdagangan ini hari 22/5, mengejar menyebarnya kembali lagi perselisihan diplomatik di antara Amerika Serikat serta China.
Washington terus menyerus menanyakan sumber epidemi virus Corona di Wuhan, hingga menghidupkan sentimen risk-off di pasar keuangan global.
Selesai memudarnya kekhawatiran mengenai epidemi virus Corona di Hong Kong, pengunjuk rasa pro-demokrasi kembali lagi membuat tindakan protes di beberapa tempat publik.
Ini nampaknya memancing kemurkaan Beijing. Di hari Kamis, seorang petinggi China menjelaskan China akan menetapkan legislasi keamanan nasional baru buat Hong Kong untuk tanggapan pada gelombang demo yang berjalan semenjak tahun kemarin. Legislasi ditujukan untuk mempererat dominasinya di kota semi otonomi itu.
Presiden AS Donald Trump memperingatkan jika Washington akan bereaksi benar-benar keras pada legislasi seperti itu.
Awal bulan ini, US State Department mengirim satu laporan pada Kongres yang berisi penilaian mengenai apa Hong Kong memperoleh otonomi mencukupi dari China untuk selalu mendapatkan perlakukan spesial dari AS yang memungkinkannya masih menjaga posisi untuk salah satunya pusat keuangan global.
Ini makin terlihat seperti akan ada pergolakan musim panas AS-China, kata Stephen Innes dari AxiCorp, Selama ini, tanggapan China relatif lunak walau Trump memancing-mancing tiap hari.
Hal tersebut kemungkinan supaya beberapa pengambil kebijaksanaan bisa fokus pada NPC, tapi tetap ada peluang mereka akan memberi tanggapan semakin tegas.
Telah ada permasalahan di antara Amerika Serikat serta China untuk beberapa lama saat ini, kata Yukio Ishizaki dari Daiwa Securities, Beberapa pemain periode pendek mengtukar tempat dari satu waktu ke waktu selanjutnya, hingga menyulitkan untuk lihat trend, tapi dolar keseluruhannya terlihat tertopang.
Nilai tukar mata uang beberapa negara yang berpartner erat dengan China hadapi desakan bearish karena rumor ini.
Pasangan mata uang AUD/USD terlihat ambruk lebih dari pada 0.7 % ke rata-rata 0.6520-an, sesaat NZD/USD roboh lebih dari pada 0.4 % ke rata-rata 0.6090-an.
Beberapa mata uang high risk lain terjungkal versi Greenback, termasuk juga Poundsterling serta Euro.






