Euro kembali perpanjang penurunannya ke posisi paling rendah 2 bulan pada penutupan session perdagangan akhir minggu Jumat 07/02/20 sesudah launching data NFP yang bagus untuk AS.
Tidak hanya hal itu, penurunan euro berlangsung karena Gubernur ECB Christine Lagarde mengemukakan pidato yang kental dengan nuansa pesimis atau biasa disebutkan dovish oleh beberapa aktor pasar.
Menurut Lagarde, pergumulan dengan kritis sepanjang satu dekade akhir-akhir ini sudah tersisa sedikit ruangan buat bank sentra waktu hadapi ketidakpastian baru seperti wabah virus Corona.
Dalam testimoni di depan legislator Uni Eropa di Brussels di minggu tempo hari, Christine Lagarde mengutarakan jika perekonomian domestik masih kuat.
Namun, bekas pimpinan IMF itu memperingatkan jika intimidasi global dapat menggulingkan stabilisasi kegiatan ekonomi belakangan ini, sebab ketidakpastian sekitar keadaan ekonomi global masih tinggi.
Menurut dia, trend perlambatan perkembangan ekonomi serta sisa-sisa permasalahan masa kritis finansial sudah mendesak suku bunga terlalu rendah.
Walau sebenarnya, Kondisi inflasi rendah serta suku bunga rendah ini sudah kurangi ruangan dengan relevan buat ECB serta bank sentra lain sedunia untuk melapangkan kebijaksanaan moneter dalam hadapi perlambatan ekonomi.
Dalam satu pidato satu hari awalnya di Paris, Lagarde menyebutkan wabah virus Corona tingkatkan faktor ketidakpastian pada perekonomian global.
Meskipun intimidasi perang dagang di antara AS serta China nampaknya sudah menyusut, virus Corona memberikan tambahan susunan ketidakpastian baru, kata Lagarde,.
Ketidakpastian periode pendek buat perekonomian Uni Eropa khususnya terkait dengan efek global -perdagangan, geopolitik, serta saat ini wabah virus Corona serta kekuatan dampaknya buat perkembangan global.
Satu survey oleh Demoskopika yang dikeluarkan di hari Selasa minggu tempo hari mengutarakan jika Italia mempunyai potensi tidak untung sampai EUR4.5 Miliar, sebab ketakutan pada virus akan menyebabkan penurunan kunjungan pelancong.
Selain itu, laporan lain dari OAG mengatakan jika bermacam maskapai sudah menggagalkan 25,000 penerbangan ke arah serta intra China sesudah penjualan ticket ambruk.






