Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Harga Minyak Turun Akibat Rencana Amerika Serikat

Harga Minyak Turun Akibat Rencana Amerika Serikat

486
0

Amerika Serikat dan para sekutu sedang menimbang keputusan untuk menyalurkan beberapa bagian dari cadangan minyak untuk mendinginkan harga pasar. Hal tersebut membuat harga minyak merangkak turun $1 pada hari Jumat. Pedagang minyak akan mengalami biaya yang lebih besar dalam proses perdagangan.

Harga minyak berada pada jalur menanjak pada kenaikan mingguan pertama sejak awal bulan, walaupun sedang dalam tren menurun. Dengan pertimbangan kekhawatiran yang menyebar soal masih tersendatnya suplai dari Rusia sebagai salah satu penyuplai minyak dunia.

Harga brent  menunjukkan angka $117,96 perbarel, turun 0,9% atau $0,17 pada pukul 00:53 UTC, setelah sesi sebelumnya terjatuh 2,1%.

Pada hari Kamis Sekretaris Energi Amerika Serikat Jenifer Granholm mengabarkan bahwa aliansi AS dan sekutu telah merundingkan untuk melepas beberapa cadangan minyak AS untuk mengurangi harga pasar. Selain itu dikabarkan bahwa AS setuju untuk meningkatkan suplai gas alam kepada Eropa sejak tahun ini dan tahun depan.

Berbagai sanksi untuk Rusia diluncurkan sejak serangan mereka pada Ukraina. Kekhawatiran terkait suplai minyak meningkat setelah terminal Caspian Pipeline Consortium (CPC) pada hari Rabu menghentikan ekspornya akibat rusaknya fasilitas karena badai yang besar di Teluk Laut Hitam Rusia.

Sanksi terbaru mengintai Rusia menurunkan harga minyak

Bank Sentral Rusia mendapat perintah langsung dari Presiden Vladimir putin untuk mengembangkan mekanism transaksi migas Rusia yang memaksa negara konsumen dari Eropa untuk membayar menggunakan Rubel.

Austria mengatakan tidak setuju untuk melakukan embargo minyak dan gas Rusia. Di lain pihak, Presiden Amerika Serikat Joe Biden juga telah bersiap untuk melancarkan sanksi terbaru terkait invasi Rusia pada Ukraina. AS dan Uni Eropa akan segera mencapai kesepakatan untuk mengurangi ketergantungan energi asal Rusia.

Keadaan pasar berada dalam krisis likuiditas, menyebabkan rawannya perubahan harga secara besar. China dan India ternyata telah membeli minyak Rusia yang mendapatkan potongan harga. Banyak pihak yang memilih untuk tidak bertransaksi minyak dengan Rusia, namun dipercayai Asia akan mengambil minyak tersebut setelah mendapat diskon.

Minggu ini diprediksi oleh Grup Trafigura bahwa harga minyak memiliki peluang terus melaju untuk menyentuh angka 150 dolar per barel. Minyak dalam tahun ini telah berada dalam posisi reli lebih dari 50%, menyentuh level tertinggi sejak 13 tahun terakhir pada awal bulan ini, setelah porak porandanya kondisi pasar perdagangan akibat serangan Rusia ke Ukraina.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses