Pada hari Senin pagi hari ini (7/Agustus), grafik harga minyak relatif flat dekat level tinggi sembilan minggu. Walau laporan jumlah drilling rigs di Amerika Serikat akhir minggu lalu tunjukkan penurunan, namun penambahan output OPEC bulan Juli seakan menghindar harga minyak naik jauh lebih tinggi.
Harga minyak mentah berjangka Brent pernah naik 0.15% ke $52.50 pagi hari ini, namun lalu melandai sekali lagi 0.15% ke $52.34 per barel waktu berita ditulis. Dinamika sama dihadapi oleh kontrak minyak West Texas Intermediate yang saat ini diperjualbelikan pada kisaran harga $49. 50.
Menurut ANZ Bank pada catatan yang diambil oleh Reuters, ” Untuk harga minyak mentah naik kuat dikarenakan investor melihat data ketenagakerjaan AS jadi tandanya positif untuk keinginan juga akan BBM di Amerika Serikat…. Penurunan kecil pada jumlah sumur pengeboran aktif yang ada di AS juga ikut mensupport harga. ”
Dalam laporan ketenagakerjaan AS yang dilaunching akhir minggu lalu, terdaftar kenaikan Nonfarm Payroll di bulan Juli sejumlah 209,000, terkecuali juga penambahan rerata upah perjam sebesar 0.3% MoM. Sedang laporan Baker Hughes mengatakan jumlah oil drilling rigs menyusut dari 766 jadi 765 dalam periode satu pekan yang selesai tanggal 4 Agustus.
Lepas dari sebagian tanda-tanda positif itu, fundamental pasar minyak masih tetap menghadap pada juga akan melimpahnya surplus global. Produksi minyak mentah AS menjangkau 9. 43 juta barel /hari (bph), level teratas mulai sejak Agustus 2015. Disamping itu, export minyak mentah OPEC bergerak naik ke rekor tinggi 26. 11 juta bph pada bulan Juli.
Beberapa petinggi yang masuk dalam komite tehnis paduan negara-negara produsen minyak anggota OPEC serta Non-OPEC dijadwalkan berjumpa di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada hari Senin serta Selasa. Beritanya, agenda rapat akan mendiskusikan beberapa usaha untuk tingkatkan kepatuhan pada perjanjian pemangkasan output yang selama ini masih mandul.
Disamping itu, beberapa bank investasi multinasional yang dilaporkan memotong harapan harga minyak mereka. dari hasil Survey oleh Wall Street Journal dari 15 bank investasi tunjukkan kalau penurunan forecast harga minyak telah masuk bulan ke-3 berturut-turut. Rata-rata bank investasi memprediksi Brent akan ada di harga rata-rata $53 per barel selama tahun ini, turun $2 dari hasil survey pada bulan Juni. Forecast harga minyak Brent untuk tahun 2018 juga berkurang $2 ke $55 per barel.
” Dalam periode begitu pendek, kami hati-hati hadapi harga, terlebih pada September serta Oktober, saat keinginan minyak mentah serta olahannya dengan musiman berbalik bearish, ” tutur Michael Wittner, Kepala Analis Minyak di Societe Generale.






