Beranda Tak Berkategori Harga Minyak Naik Efek Pemadaman Libya

Harga Minyak Naik Efek Pemadaman Libya

659
0

 

Harga minyak naik dua persen pada hari Senin dengan minyak Brent menyentuh angka 114 Dolar Amerika Serikat per barel setelah pemadaman massal Libya meningkatkan perhatiaan atas suplai minyak global terkait krisis Ukraina.

Pada hari Senin, Perusahaan minyak negara Libya mengatakan kekhawatiran telah mulai menyentuh fasilitas mereka dan menyatakan bahwa terjadi force majeur  pada kilang Al-Sharara dan situs lainnya, yang menambah tekanan suplai setelah sanksi untuk Rusia.

Jeffrey Halley, analis pada broker OANDA mengatakan bahwa dengan suplai global yang menurun, sebuah gangguan kecil akan berdampak pada perubahan harga.

 Minyak brent yang menjadi acuan harga minyak dunia naik 2,40 Dolar As atau 2,2 persen pada angka 114,10 Dolar Amerika Serikat per barel pada 17:20 UTC. Brent sempat menyentuh angka 114,84 Dolar AS per barel, tertinggi sejak 28 Maret.

West Texas Intermediate sebagai acuan harga minyak Amerika Serikat naik 2,15 Dolar AS atau 2 persen di angka 109,10 Dolar AS per barel, setelah semapt menyentuh angka 109,81 Dolar AS per barel, juga tertinggi sejak 28 Maret.

Suplai minyak semakin ketat naikkan harga minyak

Kekurangan suplai terus membayangi setelah produksi Rusia turun 7,5 persen pada paruh pertama April dan pemerintah Uni Eropa mengatakan pada minggu lalu bahwa para eksekutif mereka menyiapkan proposal untuk pelarangan minyak bumi Rusia.

Komentar tersebut keluar sebelum eskalasi keadaan yang terjadi pada perang Ukraina. Pemerintah Ukraina mengatakan bahwa misil menghantam Lviv pada Senin pagi dan ledakan juga menghantam beberapa kota setelah tentara Rusia tetap membombardir dengan klaim hampir merebut kekuasaan dari pelabuhan Mariupol.

Delam kenaikan harga minyak, ekonomi Tiongkok melambat pada Maret, menghilangkan pencapaian pertumbuhan dalam kuartal pertama dan memperburuk keadaan yang telah lemah akbiat pembatasan terkait COVID.

Data pada hari Senin menunjukkan Tiongkok mengasilkan minyak lebih sedikit sekitar dua persen pada bulan Maret daripada setahun lalu, dengan produksi yang jatuh pada titik terendah sejak Oktober setelah kenaikan harga minyak menekan margin dan pembatasan ketat mengurangi permintaan.

Harga minyak meningkat pada level tertinggi sejak Maret 2008, dengan brent memimpin sejenak di angka 134 Dolar Amerika Serikat per Barel. Keadaan Tiongkok yang masih belum menentu apakah akan membuka ekonomi mereka kembali atau tidak, menimbulkan berbagai ketidak stabilan pada pasar.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses