Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Harga Minyak Kembali Merangkak Naik Seiringan Rencana Pertemuan AS-Rusia

Harga Minyak Kembali Merangkak Naik Seiringan Rencana Pertemuan AS-Rusia

499
0

 

 

Pada hari ini, Harga minyak sempat tergelincir turun cukup tajam di tengah rencana dari Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengadakan sebuah pertemuan puncak membahas tentang krisis di Ukraina dan prospek dari kesepakatan nuklir antara negara Iran dan kekuatan dunia dalam satu atau dua pekan  ke depan.

 

Pihak Kantor Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin lalu bahwa dia telah mengajukan sebuah pertemuan puncak kepada kedua pemimpin negara tersebut mengenai “keamanan dan stabilitas strategis di kawasan wilayah Eropa.” Pihak Gedung Putih akhirnya juga  mengatakan bahwa Presiden AS Joe Biden telah menerima undangan pertemuan itu “pada prinsipnya” tetapi hanya dengan syarat  “jika invasi tidak terjadi.”

 

Harga minyak dalam pasar perdagangan merasa gelisah

Pasar perdagangan untuk komoditas minyak telah merasa gelisah selama sebulan terakhir di tengah kekhawatiran mengenai invasi Rusia ke negara tetangganya, Ukraina,  dapat mengganggu jumlah pasokan minyak mentah, tetapi kenaikan harga pasti telah dibatasi oleh kemungkinan lebih dari 1 juta barel per hari untuk minyak mentah Iran kembali ke pasar.

 

Seorang pejabat senior dari pihak Uni Eropa telah mengatakan bahwa kesepakatan untuk menghidupkan kembali sebuah  perjanjian nuklir Iran sejak tahun 2015 sudah  “sangat sangat dekat.”

 

Sejumlah Analis pasar mengatakan pasar akan  tetap ketat, dan setiap penambahan pasokan minyak akan bisa  membantu, tetapi harga akan tetap sering bergejolak dalam waktu dekat ini karena minyak mentah untuk Iran kemungkinan hanya akan kembali pada akhir tahun ini.

 

“Ada begitu banyak macam tekanan secara konflik geopolitik sehingga sulit untuk mengetahui apa jawaban sebenarnya (pada pergerakan pasar) – dengan pihak  Ukraina dan Iran,” kata seorang analis komoditas dari National Australia Bank Baden Moore.

 

Presiden Komisi untuk Eropa Ursula von der Leyen mengatakan bahwa pihak Rusia akan terputus dari dunia pasar keuangan internasional dan ditolak akses menuju ke ekspor utama yang notabene diperlukan untuk memodernisasi pola ekonominya jika menginvasi negara tetangganya Ukraina.

 

“Jika invasi dari Rusia akan terjadi seperti apa yang telah diperingatkan phak AS dan Inggris dalam jangka waktu beberapa hari terakhir, harga minyak mentah berjangka jenis Brent tentunya dapat melonjak di atas area harga US$100/bbl, bahkan jika kesepakatan dengan Iran tercapai,” Ungkap seorang analis dari Commonwealth Bank Vivek Dhar mengatakan dalam sebuah catatan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses