Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Harga Minyak Diprediksi Bisa Tembus 100 USD per Barel pada Tahun Depan

Harga Minyak Diprediksi Bisa Tembus 100 USD per Barel pada Tahun Depan

301
0
minyak
The sun sets beyond an oil pumping unit, also known as a "nodding donkey" or pumping jack, at a drilling site operated by Tatneft OAO near Almetyevsk, Russia, on Friday, July 31, 2015. Eleven months of surviving with oil below $100 have left Russia hardened enough to endure a monthlong drop to $40 a barrel, a survey of economists showed. Photographer: Andrey Rudakov/Bloomberg via Getty Images

Baru-baru ini muncul sebuah prediksi yang mengatakan bahwa harga minyak akan berada di kisaran level 100 USD per barel pada tahun 2024. Di mana pergerakan harga minyak dipengaruhi oleh munculnya keputusan produksi negara-negara penghasil minyak seperti yang tergabung dalam OPEC+.

Sementara itu, jika melihat data yang sudah diluncurkan oleh Bloomberg kemarin pukul 16.11 WIB, dua jenis minyak yakni crude dan Brent Oil kompak mengalami pergerakan naik. Kemudian, WTI untuk sekarang ini berada di level 68,68 USD per barel atau mengalami kenaikan sebesar 0,10 persen. Sedangkan untuk Brent Oil terlihat naik sebesar 0,08 persen dan berada di level 73,37 USD per barel.

Prediksi Harga Minyak Bisa Naik 100 USD per Barel

Dalam hal ini Research and Development ICDX Girta Yoga memberikan penjelasan bahwa harga crude oil pada tahun depan memiliki resistance di level 80 USD sampai 100 USD per barel. Untuk support-nya berada di posisi 40 USD sampai 60 USD per barel.

Tidak lupa, Girta Yoga dalam acara ICDX Outlook di Jakarta, Rabu, 13 Desember 2023, juga memberikan penjelasan bahwa “Trennya tergantung seberapa kuat indikator memberikan dampak ke komoditas.”

Bahkan Yoga juga menjelaskan bahwa komoditas energi khususnya minyak mentah, fokus utama tertuju pada rencana peningkatan produksi AS hingga mencapai 1 juta barel per hari. Kemudian, pemangkasan produksi OPEC+ mencapai 2,2 juta barel per hari pada kuartal II tahun 2024.

Kemudian, tensi geopolitik, embargo khususnya terhadap Rusia dan pertumbuhan ekonomi akan memberikan pengaruh khususnya pada sisi permintaan. Dengan pada pemberitaan yang dikeluarkan oleh Bisnis sebelumnya, setelah produsen utama yakni Arab Saudi mengatakan pembatasan tersebut bisa saja diteruskan setelah bulan Maret 2024, diikuti dengan adanya pernyataan yang sama dari Rusia, Aljazair bahkan Kuwait.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses