Harga emas untuk hari ini, Senin, 27 November 2023, semakin mendekati level tertinggi satu bulan. Di mana emas mengalami kenaikan dengan mampu melewati level kunci yang berpotensi mengoreksi dalam kewaspadaan. Tentunya sebelum muncul serangkaian rilis data ekonomi utama yang mendorong permintaan safe haven untuk logam kuning.
Kenaikan Emas yang Memunculkan Kewaspadaan
Melemahnya dolar di tengah semakin menguatnya spekulasi bahwa Federal Reserve AS (The Fed) sudah tuntas dalam menaikkan suku bunga. Ini tentu saja akan sangat menguntungkan emas, seperti halnya sinyal-sinyal melemahnya kondisi ekonomi di seluruh dunia.
Dengan sekarang ini emas spot naik sebesar 0,5 persen menjadi $2.013,69/oz. Kemudian, emas berjangka yang akan berakhir pada bulan Desember juga naik sebesar 0,6 persen ke $2.014/oz pukul 12.15 WIB. Kedua instrumen ini berada di atas level $2.000 setelah mengalami pergerakan di level tersebut selama seminggu terakhir.
Penuntasan di atas $2.000 juga diprediksi akan mengundang lebih banyak kenaikan yang terjadi pada emas. Karena ini mengingat level tersebut dipandang sebagai titik resistance utama.
Akan tetapi, penguatan lanjutan yang terjadi pada emas, khususnya yang didukung oleh permintaan safe haven akan sangat bergantung pada data ekonomi yang akan diluncurkan pekan ini. Di AS, untuk masalah harga PCE (pengukur inflasi pilihan Fed) akan muncul pada hari Kamis.
Begitu juga dengan angka kedua produk domestik bruto kuartal ketiga. Setiap sinyal-sinyal melemahnya inflasi dan pergerakan ekonomi cenderung mendorong ekspektasi penurunan suku bunga lebih awal oleh The Fed.
Dimana ini nanti akan bisa memberikan dampak positif khususnya bagi emas. Dengan data kepercayaan konsumen dan purchasing managers index AS juga akan muncul pekan ini.
Selain AS, data inflasi khususnya untuk zona euro juga akan menjadi fokus utama pekan ini. Misalnya saja seperti produksi industri dan retail sales dari Jepang.






