idnfx (09/04/2026) – Pasar Forex hari ini menunjukkan dinamika yang menarik. Investor saat ini berada dalam posisi wait-and-see menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (CPI) yang diprediksi akan menjadi penggerak utama volatilitas pasar di akhir pekan ini.
Sentimen Pasar: Fokus pada Geopolitik dan Inflasi
Sentimen pasar global hari ini didominasi oleh dua faktor utama. Pertama adalah stabilitas gencatan senjata di Timur Tengah yang mulai diragukan oleh pelaku pasar, memicu peralihan arus modal kembali ke aset aman (safe haven). Kedua, ekspektasi terhadap data Consumer Price Index (CPI) AS yang akan dirilis pada sesi New York selanjutnya, yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya.
Analisis Pergerakan Major Pairs
Berikut adalah ringkasan kondisi beberapa pasangan mata uang utama (major pairs) hari ini:
- EUR/USD: Bertahan di level 1.1718. Euro menunjukkan penguatan moderat memanfaatkan pelemahan tipis Indeks Dolar (DXY), namun kenaikannya tertahan oleh rilis data ekonomi internal zona Euro yang masih variatif.
- GBP/USD: Diperdagangkan di kisaran 1.3449. Poundsterling tetap menjadi salah satu mata uang terkuat di bulan April ini berkat dukungan sentimen risk-on global yang sempat menguat di awal pekan.
- USD/JPY: Masih tertahan di level tinggi 160.30. Meskipun Dolar AS cenderung stabil, Yen Jepang belum mampu melakukan rebound signifikan karena selisih suku bunga yang masih lebar.
Komoditas: Emas dan Minyak Mentah

Harga emas (XAU/USD) hari ini terpantau volatil di kisaran $4,600 – $4,700. Emas tetap menjadi primadona investor untuk lindung nilai terhadap inflasi jangka panjang. Sementara itu, harga minyak mentah (WTI) bertahan di level $95 – $97 per barel, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.
Kesimpulan
Bagi day trader, perhatikan rilis data CPI AS esok hari pukul 19.30 WIB. Angka inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi dapat memicu penguatan Dolar secara mendadak. Secara teknikal, waspadai adanya pengambilan likuiditas (liquidity grab) pada level high atau low sesi Asia sebelum arah pasar yang sesungguhnya terbentuk pasca rilis berita.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.







