Mata uang Yen naik kembali ke awal session perdagangan hari Selasa ini 29Mei, karena pasar cemas juga akan gejolak politik di Zone Euro. Disamping itu, Yen meremehkan laporan-laporan ekonomi yang agak tidak sesuai harapan.
Pasangan USDJPY menurun 0. 38% dalam perdagangan intraday ke 108. 99 ; sedang EURJPY minus 0. 34% ke 126. 76, posisi paling rendah mulai sejak Juni 2017. Yen naik juga versus Poundsterling, dengan GBPJPY alami penurunan 0. 30% ke 145. 15 waktu berita ditulis.
Japan Statistics Bureau memberikan laporan Tingkat Pengangguran di Jepang stagnan pada 2. 5% pada bulan April. Pada periode yang sama, Japan Institute for Labour menyebutkan JobsApplication Ratio stagnan pada 1. 59 ; walau sebenarnya diekspektasikan naik ke 1. 60.
Laporan itu adalah laporan tidak sesuai harapan kesekian yang dilaunching Jepang tentang keadaan perekonomian dalam sebagian minggu terakhir. Pada Jumat lantas, inflasi customer CPI di Tokyo untuk bulan Mei preliminer dilaporkan alami penurunan dari 0. 5% YoY ke 0. 4% YoY.
Pertengahan bulan ini, inflasi customer Jepang keseluruhannya untuk bulan April alami penurunan ke 0. 6% YoY dari 1. 1% di periode sebelumnya.
Lepas dari itu, Yen tetaplah naik pada mata uang-mata uang mayor, karena penambahan resiko dalam keadaan geopolitik dunia. Walau kemelut dagang pada AS serta China sudah mereda, namun pertemuan Presiden Donald Trump serta Kim Jong-Un dilihat ulang serta kecemasan mengenai keutuhan Uni Eropa kembali mencuat.
Drama politik di Italia beralih jadi ancaman untuk eksistensi mata uang Euro, sesudah dua partai anti-Uni Eropa menunjukkan peluang untuk berkoalisi. Bila koalisi berlangsung, jadi pemilu Italia selanjutnya yang juga akan jatuh pada Musim Gugur tahun ini atau awal tahun depan dapat beralih jadi referendum de facto tentang keanggotaannya dalam Uni Eropa serta Zone Euro.
Kekurangan Euro adalah aspek kunci dibalik kemampuan Yen. Pada gilirannya, kemampuan Yen dengan relatif pada Euro, mendongkraknya pada Dolar, tutur Shusuke Yamada, pimpinan taktik FX Jepang di Bank of America Merrill Lynch.






