Beranda Analisa Forex GDP Tergelincir, EUR/USD Gagal Mencapai Harapan

GDP Tergelincir, EUR/USD Gagal Mencapai Harapan

826
0

Pasangan EUR/USD mencapai posisi paling tinggi 2 tahun pada 1.1908 memasuki perdagangan hari ini 31/7.

Tetapi, gerakannya kembali turun sesudah launching data GDP Zone Euro memperlihatkan perkembangan ekonomi semakin kurang baik dibandingkan harapan awal.

Waktu kabar dicatat pada awal session New York, Euro dalam perdagangan pada posisi 1.1813 versi Greenback. Tetapi, potensial pemulihan ekonomi Zone Euro sebetulnya masih cukup kompak.

Eurostat memberikan laporan perkembangan ekonomi Zone Euro turun 12.1 % Quarter over Quarter memasuki kuartal ke-2 tahun 2020, walau sebenarnya aktor pasar cuma memperhitungkan kemerosotan sebesar 11.2 %.

Dalam perhitungan tahunan, laporan GDP turun 15.0 % Year on Year atau bisa lebih kurang baik dari harapan pengurangan 13.9 % yang diperhitungkan oleh beberapa ekonom.

Laporan merah untuk GDP Zone Euro itu masih lebih bagus daripada laporan GDP Amerika Serikat memasuki periode yang serupa.

Data preliminer berkaitan perekonomian Zone Euro untuk bulan Juli ini memperlihatkan performa yang lebih bagus.

Baik data frekwensi tinggi atau data survey bulanan tradisionil memperlihatkan jika kesibukan ekonomi bertambah selanjutnya semasa bulan pertama dalam kuartal ke-3.

Kemarin, survey sentimen ekonomi Komisi Eropa untuk bulan Juli memperlihatkan jika harapan produksi antara perusahaan-perusahaan manufaktur menjadi positif.

Baik pesanan export atau keseluruhan mengalami rebound untuk kali pertamanya dari sejak Februari. Ini tingkah bagus, tutur Florian Hense, seorang ekonom dari Berenberg Bank.

Sambungnya, Dibantu oleh dampak fundamen, kuartal ke-3 seharusnya tampilkan rebound kuat dalam GDP dengan cara relatif dibandingkan nuansa kuartal ke-2 yang didesak oleh performa kurang baik bulan April.

Apabila beruntung, perekonomian memasuki kuartal ke-3 dapat mengembalikan hampir 1/2 dari pengurangan yang dirasakannya pada kuartal ke-2.

Dari hasil laporan yang lain, data CPI Zone Euro mengalami peningkatan sebesar 0.4 % Year on Year memasuki bulan Juli.

Peningkatan ini semakin tinggi dibandingkankan perkiraan yang cuma 0.2 % atau data era sebelumnya yang sebesar 0.3 %.

Peningkatan inflasi umumnya mempunyai potensi mengangkat nilai tukar mata uang, sebab bank sentra semakin lebih tergerak untuk mengerem kebijaksanaan moneter longgar pada saat-saat inflasi yang semakin tinggi.

Tetapi, kritis global karena pandemi COVID-19 sekarang ini memunculkan penyimpangan spesial dimana bank-bank sentra meremehkan data inflasi supaya dapat mengeluarkan semua instrumennya untuk menyokong perkembangan ekonomi. Sesuai dengan itu, data inflasi ini hampir tidak diacuhkan pasar benar-benar.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses