Pada saat lokasi lainnya condong sepi launching ekonomi di hari Jumat ini 9/November, Inggris malah dibanjiri serentetan data baru. Akan tetapi, pasangan GBP/USD justru mengalami penurunan 0.30 % ke posisi 1.3021 pada sesi Eropa.
EUR/GBP ikut naik 0.20 % ke posisi 0.8715 serta GBP/JPY anjlok 0.50 % ke posisi 148.23 pada sesi yang bersamaan. Keadaan ini disebabkan oleh semakin ketatnya ketegangan sekitar negosiasi Brexit pada Inggris serta Uni Eropa.
UK Office for National Statistics memberikan laporan jika Gross Domestic Product Inggris mengalami kenaikan 0.6 % kuartal III/2018 preliminer sama dengan harapan pasar serta tambah tinggi dari perolehan 0.4 % pada periode awal mulanya.
Selain itu, produksi manufaktur bertambah 0.2 % dalam bulan September, serta defisit laporan keuangan perdagangan menyusut dari 11.72 Miliar jadi 9.73 Miliar.
Lepas dari hijaunya data-data itu, aktor pasar condong mengabaikannya, karena kurangnya perubahan baru dari meja negosiasi Brexit.
Kelompok garis keras dalam konsolidasi Perdana Menteri Theresa May terus-terusan menampik penentuan perbatasan terbuka di Irlandia Utara, walau sebenarnya klausa itu adalah salah satunya point penting yang dituntut oleh Uni Eropa.
Sekarang, investor serta trader kuatir kalau-kalau perihal ini bisa menyebabkan terjadinya Hard Brexit yang akan membawa musibah buat Inggris.
Oleh karenanya, walau Inggris sudah sempat diberitakan sudah sampai persetujuan temporer dengan Uni Eropa di bidang layanan, tapi pebisnis masih tetap malas tingkatkan ekspansinya di negeri yang akan keluar dari Uni Eropa pada Maret 2019 ini.
Data investasi usaha kuartal III/2018 preliminer yang launching ini hari tunjukkan angka -1.2 % Quarter-over-Quarter. Konsekuensi dari berkepanjangannya tarik-ulur permasalahan Brexit ini pula berimbas pada kebijaksanaan moneter bank sentra Inggris Bank of England/BoE.
Awal mulanya, Gubernur BoE sudah mengatakan jika mereka takkan meningkatkan suku bunga sebelum Brexit berlalu. Di lain sisi, dalam pengakuan saat rapat kebijaksanaan pagi hari barusan, bank sentra AS Federal Reserve tidak mengubah gagasan kenaikan suku bunga mendatang, sebab keadaan ekonomi dipandang masih tetap bagus.
Perihal ini membuat beberapa ahli semakin optimistis jika Fed meneruskan gagasan kenaikan suku bunga pada bulan kedepan, ditambah 3 kali kenaikan kembali pada tahun 2019.






