Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental GDP Catatkan Rekor Paling Tinggi Dalam Empat Bulan

GDP Catatkan Rekor Paling Tinggi Dalam Empat Bulan

758
0

Sesuai data dari perdagangan pasangan GBP/USD naik hampir 1 % ke posisi 1.2767 memasuki pertengahan session Eropa hari Jumat 11/1, sesudah launching data GDP tunjukkan perkembangan paling tinggi dalam empat bulan paling akhir.

 

Meskipun rangkaian data yang lain memerah, tapi harapan pasar akan voting persetujuan Brexit minggu kedepan pun mendukung penguatan Poundsterling sekarang ini.

 

Instansi statistik nasional Inggris menginformasikan data Gross Domestic Product bergerak naik 0.2 %, 2 kali lipat tambah tinggi daripada perkiraan awal pada 0.1 %. Berita baik itu menyeimbangi data produksi industri serta manufaktur, dan neraca perdagangan yang menyedihkan.

 

Industrial Production turun 0.4 % MoM serta Manufacturing Production alami penurunan 0.3 % memasuki bulan November di Inggris. Dalam basis YoY, Industrial Production telah turun 1.5 % serta Manufacturing Production turun 1.1 %.

 

Neraca Perdagangan Inggris juga lebih buruk dengan mencatat penambahan defisit dari 11.95 Milyar jadi 12.02 Milyar pada bulan November 2018.

 

Selain itu, beberapa spekulasi merebak di alat berkenaan dengan gagasan parlemen Inggris untuk membuat voting di hari Selasa yang akan datang atas persetujuan Brexit yang diserahkan oleh PM Theresa May. Meskipun prediksi sesaat tunjukkan jika persetujuan itu tidak akan mendapatkan cukuplah nada untuk disahkan, tapi beberapa ahli masih optimistis.

 

Awal minggu ini, beberapa ahli mata uang dari Goldman Sachs melaunching prediksi mereka jika Poundsterling akan kuat lawan Euro dalam tiga bulan ke depan.

 

Perkiraan itu bersumber dari kepercayaan jika beberapa politisi Inggris akan berusaha hindari No-Deal Brexit, hingga Parlemen Inggris akan menyepakati satu persetujuan spesifik dengan Uni Eropa dalam beberapa minggu ke depan, sebelum deadline 29 Maret datang.

 

Di lain sisi, perdagangan Dolar AS ini hari dibebani oleh pudarnya harapan naiknya suku bunga. Di hari Kamis, ketua Fed Jerome Powell menyatakan kembali jika bank sentra AS mempunyai potensi untuk lebih bersabar dalam penentuan kebijaksanaan moneter, sebab laju inflasi masih tetap konstan.

 

Investor serta trader mengartikan pengakuan itu menjadi tanda jika suku bunga AS sekarang ini telah pada posisi netral, hingga Fed tidak akan meningkatkan suku bunga kembali dalam tahun 2019. Mengakibatkan, Dolar AS melemah pada beberapa mata uang mayor yang lain.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses