Pasangan GBP/USD turun hampir 1 % ke rata-rata 1.2049 mendekati akhir session Eropa 2/9, sebab launching data bidang manufaktur yang tunjukkan kontraksi bulan ke empat berturut-turut.
Euro serta Yen kuat relevan pada Pound. Menurut IHS Markit, perang dagang AS dengan China serta permasalahan brexit sudah tempatkan perusahaan-perusahaan manufaktur Inggris dalam keadaan gawat.
Data Purchasing Managers’ Index untuk bidang manufaktur Inggris versus IHS Markit tunjukkan penurunan score yang benar-benar mencolok dari 48.0 jadi 47.4 dalam bulan Agustus.
Ini adalah level terendahnya semenjak tahun 2012, sekaligus juga penurunan dibawah ujung score 50.0 ke empat kali berturut-turut.
Elemen pesanan baru jatuh dengan pergerakan paling cepat dalam tujuh tahun, serta output terus-terusan alami penurunan.
Optimisme usaha tentang prospek di waktu depan terjerumus ke rekor paling rendah baru, sebab perusahaan-perusahaan mengkhawatirkan ketidakpastian dalam perekonomian domestik serta internasional.
Kejatuhan baru dalam PMI Manufaktur di bulan Agustus ke level terendahnya semenjak Juli 2012 memberikan indikasi jika suport dari ronde baru persiapan No Deal Brexit sekarang masih kurang mencukupi membuat perlindungan beberapa produsen Inggris dari perlambatan ekonomi global.
PMI Inggris cuma dikit di atas Zone Euro -yang sebesar 47.0 di bulan Agustus- serta bahkan juga dapat jatuh lebih jauh, sebab indeks pesanan baru melemah ke 44.4, dari 46.9 di bulan Juli, kata Samuel Tombs.
Di lain sisi, investor serta trader mengkhawatirkan juga dimulainya kembali tarik-ulur antara beberapa elite politik Inggris dalam minggu ini.
Walau PM Boris Johnson sudah sukses memaksakan parlemen disuspensi mulai tanggal 9 September akan datang, tapi masihlah ada kesempatan buat faksi-faksi yang berseberangan untuk menahan berlangsungnya No-Deal Brexit pada tanggal 31 Oktober.
Di lain sisi, barisan pro Boris Johnson tentu tidak akan tinggal diam. Dalam skenario terjelek, perubahan politik ke depan mungkin saja menyebabkan diadakannya pemilu awal.
Anggota parlemen oposisi direncanakan berupaya menggantikan jadwal pengerjaan kebijaksanaan parlemen esok untuk ajukan legislasi untuk minta pemerintah cari perpanjangan Article 50 sampai sesudah Oktober.
Tetapi bentuk keinginan persisnya belum didapati, kata Lee Hardman, seseorang analis mata uang dari MUFG.






