Beranda Analisa Forex GBP/USD Melemah Karena Pertukaran Hasil Polling Pemilu Inggris

GBP/USD Melemah Karena Pertukaran Hasil Polling Pemilu Inggris

517
0

Mendekati Penentuan Umum Inggris pada tanggal 12 Desember 2019, gerakan Poundsterling dikuasai kuat oleh hasil polling yang diselenggarakan oleh beberapa instansi analisa ditempat.

Pound kuat terbatas di hari Senin tempo hari karena hasil polling yang tunjukkan kokohnya prospek kemenangan sebagian besar buat partai Konservatif.

Tetapi, Pound kembali melemah ini hari 26/11 karena hasil polling yang tampilkan kenaikan suport buat lawan terdekatnya, yakni partai Labour.

Buat trader, prospek kemenangan sebagian besar partai Konservatif dipandang punya potensi buka kesempatan reli buat Pound pada sebagian besar mata uang mayor.

Sebaliknya, kenaikan suport buat partai Labour dipandang berefek negatif buat Pound.

GBP/USD sudah melemah seputar 0.4 % ke posisi paling rendah harian 1.2841. GBP/JPY terkoreksi lebih dari 0.2 % ke rata-rata 140.15, sedang EUR/GBP bertambah 0.4 % ke rata-rata 0.8567.

Hasil polling oleh instansi survey Kantar tunjukkan jika suport responden untuk partai Konservatif alami penurunan sekitar 2 point ke posisi 43%.

Demikian juga suport untuk partai Liberal Demokrat alami penurunan 2 point ke posisi 14 %. Sebaliknya, suport buat partai Labour malah naik sampai 5 point ke posisi 32 %.

Kejadian ini muncul sesudah partai Labour menjelaskan manifesto-nya untuk kampanye pemilu yang berisi janji-janji untuk meningkatkan budget berbelanja serta pajak negara.

Menasionalisasikan perusahaan yang mengurus beberapa industri penting, dan memberi pertolongan buat pensiunan.

Satu hasil polling lain yang dikerjakan oleh ICM untuk Reuters tunjukkan jika beda suport di antara Konservatif serta Labour telah alami penurunan jadi cuma 7 %.

Walau sebenarnya, banyak ahli memandang beda suport dalam polling yang ada dibawah 10 % adalah tanda-tanda peluang berlangsungnya skenario parlemen menggantung hung parliament yang sempat membuat kebuntuan parlemen versus pemerintah Inggris di masa PM Theresa May.

Pound kembali melemah ini hari, sebab hasil polling pemilu ke arah pada mengetatnya beda di antara partai Konservatif serta Labour dalam tempo cuma dua minggu mendekati penentuan umum, papar Joshua Mahony.

Kenaikan suport untuk Konservatif sudah jadi penggerak naik penting buat Sterling, tapi hal tersebut kelihatannya menghilang bersamaan kita makin dekati akhir dalam proses pemilu.

Beberapa analis memeringatkan jika kepercayaan pasar minggu lalu mengenai prospek kemenangan mutlak buat partai Konservatif nampaknya terlalu berlebih.

Mengakibatkan, pasar bereaksi dengan terkejut saat suport buat lawannya justru alami penambahan saat hari-H pemilu makin dekat.

Dengan partai Konservatif telah mengonsumsi semua suara yang disumbangkan oleh partai Brexit, kelihatannya kenaikan mereka akan tercekat dari mulai saat ini.

Sebaliknya, kenaikan yang terlihat di hasil polling di Wales menggaribawahi kekuatan penambahan suport buat partai Labour… lebih Mahony.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses