Pasangan GBP/USD tercatat melemah pada posisi 1.3010 memasuki sesi awal session New York hari 18/4. Data penjualan eceran Inggris diadukan lebih baik dari harapan dalam launching barusan sore.
Tapi aktor pasar masih fokus pada besarnya imbas ditundanya brexit. Poundsterling masih tetap unggul vs Euro dengan posisi EUR/GBP melandai 0.25 % ke posisi 0.8642, tapi GBP/JPY jatuh 0.30 % ke posisi 145.63.
Sesuai dengan laporan kantor statistik Inggris, terkait penjualan eceran sukses mencatat perkembangan 1.1 % MoM dalam bulan Maret 2019.
Kenaikan itu jauh melebihi prestasi 0.6 % pada periode Februari, sekaligus juga tambah tinggi dibanding harapan yang hanya -0.3 %. Dalam basis YoY, penjualan eceran juga sukses mencatatkan rekor kenaikan 6.2 %.
Kantor statistik Inggris pun mengutarakan jika jumlah penjualan bertambah saat kuartal pertama tahun , bila dibanding dengan kuartal paling akhir tahun 2018. Karena itu, muncul keinginan baru tentang prospek perkembangan ekonomi Inggris dalam semester pertama tahun 2019.
Penjualan eceran Inggris mutlak menaklukkan harapan pada bulan Maret, mengisyaratkan jika berbelanja customer akan mengangkat perkembangan GDP dengan substansial pada kuartal pertama, Tegas Ranko Barich dari Monex Europe.
Sambungnya, Brexit masih tetap jadi hanya satu konsentrasi Sterling, tapi bila data semacam selalu muncul, jadi brexit itu tidak akan jadi fokus perhatian selama-lamanya.
Seirama dengan Barich, James Smith dari ING pun mengemukakan, Kami memprediksi berbelanja customer selalu tunjukkan perform baik dalam periode pendek.
Penundaan brexit paling akhir ke akhir Oktober dapat meningkatkan kepercayaan customer untuk beberapa waktu akan datang, sebab beberapa kerisauan tentang ‘No-Deal Brexit’ menghilang untuk sekarang .
Lepas dari optimisme itu, banyak analis mencemaskan dampak penundaan brexit pada outlook kebijaksanaan BoE.
BoE sudah mengatakan takkan meningkatkan suku bunga sebelum permasalahan brexit teratasi. Dengan ditundanya deadline brexit sampai 31 Oktober, jadi BoE peluang takkan miliki cukuplah ruangan untuk meningkatkan suku bunga dalam tahun.
Ditambah lagi, data inflasi paling baru tunjukkan jika laju kenaikan harga-harga seantero Inggris cuma bertambah 1.9 % Year-on-Year, lebih rendah daripada tujuan inflasi 2 % yang sudah diputuskan oleh BoE.






