Walau USD/CHF terlihat mulai melandai di hari Jumat 28/Juli/2017 sore hari ini, Franc Swiss sejatinya tetap dalam jalur untuk cetak kemerosotan mingguan terbesarnya pada Dolar AS. Pelemahan Franc Swiss jadi yang pertama kalinya pada 22 bulan terakhir sesudah menembus sebagian level-level teknikal.
Disamping itu, pelemahan Franc Swiss pada Euro ditranslate jadi penambahan optimisme investor pada aset-aset berdenominasi Euro, berkenaan dengan hawkish-nya komentar beberapa petinggi Bank Sentral Eropa ECB) beberapa waktu lalu.
Franc diperjualbelikan 0.3 % lebih lemah pada Dolar AS di level 0.9677. Selama minggu ini, Franc telah jeblok sampai 2 %, penurunan mingguan paling besar mulai sejak bulan Oktober 2015. Disamping itu, pada Euro, Franc alami penurunan 1/2 % 1.1328.
Bahkan juga waktu berita ini ditulis, EUR/CHF telah menaikkan kenaikan ke angka 1.1351. Franc diperjualbelikan dibawah Moving Average 200-week untuk pertama kalinya mulai sejak bulan September 2008, sekian menurut Reuters.
Pantau Penurunan CHF Lebih Dalam Sekali lagi Minggu Depan
Beberapa Paka dari Morgan Stanley mengekspektasikan, meskipun penurunan Franc pada pekan ini terbilang cukup dalam, masih tetap akan muncul semakin banyak loss sekali lagi berkenaan dengan ” status ” mata uang berjuluk Swissy itu jadi mata uang ter-overvalued diantara negara-negara G-10.
” Perdagangan Franc yang bearish adalah pendekatan alternatif yang tambah baik, dalam prospek ekonomi dari European Monetary Union serta kestabilan politik, ” catat Morgan Stanley dalam catatan yang diambil oleh Reuters.
Lepas dari hal itu, Dolar AS tengah alami penurunan tipis pada mata uang-mata uang mendekati rilis data GDP AS. Beberapa ekonom memprediksi perkembangan ekonomi AS dapat menjangkau 2.6 % pada kuartal ke-2, lebih tinggi dibanding 1.4 % pada kuartal pertama.






