Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Fed Berjalan Dovish, Suku Bunga  BI Tetap

Fed Berjalan Dovish, Suku Bunga  BI Tetap

763
0

Bank Indonesia tidak mengubah suku bunga acuannya setelah rapat Dewan Gubernur yang diselenggarakan tanggal 20 Desember, menyusul aksi bank sentra AS Federal Reserve kurangi prediksi bertambahnya suku bunga tahun kedepan.

 

Menyikapi berita itu, surat keterangan nilai tukar  JISDOR melandai dari posisi Rp14,499 ke Rp14,480, sesaat kurs pasangan USD/IDR naik 0.24 % ke posisi Rp14,500 memasuki sesi perdagangan hari Jumat 21/12.

 

Dalam perdagangan kemarin Bank Indonesia tingkat 7-Day Repo Rate 7DRRR masih pada tingkat 6 %, searah dengan harapan sebagian besar ekonom yang disurvei dari kantor berita Bloomberg.

 

Bank sentra Indonesia sudah ikuti jejak pergerakan suku bunga Fed pada tahun 2018, hingga prediksi perlambatan Fed Rate Hike tahun kedepan yang diumumkan kemarin, dipandang kurangi desakan atas Neraca Transaksi yang sudah Berjalan.

 

Jika posisi suku bunga sekarang ini masih tetap berkelanjutan dengan usaha untuk kurangi defisit neraca berjalan sampai sampai posisi yang aman serta untuk mengawasi daya tarik sejumlah aset finansial domestik, termasuk juga dengan mempertimbangkan trend pertukaran suku bunga global dalam beberapa waktu ke depan, tutur Gubernur BI Perry Warjiyo, seperti diambil oleh Bloomberg.

 

Tahun 2019, Bank Indonesia mengekspektasikan terhadap Federal Reserve akan meningkatkan suku bunga sekitar 2 kali. Diluar itu, BI meramalkan perkembangan ekonomi domestik tahun kedepan akan sampai 5.0-5.4 %, sesaat inflasi diprediksikan masih dalam  sasaran bank sentra pada posisi 2.5-4.5 % dengan  sebesar 3.2 %.

 

Keputusan ini sama dengan harapan kami, terpenting sebab Fed yang kurang agresid. Akan tetapi, Bank Indonesia selalu waspada risiko-risiko external, kata Enrico Tanuwidjaja dari PT UOB Indonesia, Jakarta.

 

Sesuai keterangan Wisnu Wardana dari PT Bank Danamon Indonesia mengutarakan, Kami duga, bank sentra mulai memperhitungkan akibat perlambatan ekonomi global yang dengan alamiah akan tutup tidak seimbangan keinginan domestik serta external.

 

Laporan angka defisit Neraca Transaksi Berjalan Indonesia masih tetap jadi salah satunya inti permasalahan sangat mencemaskan, sesudah membengkak sampai 3.4 % dari GDP  pada kuartal III/2018. Akan tetapi, Bank Indonesia memperkirakannya akan turun ke 2.5 % dalam tahun 2019 yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses