Euro dalam perdagangan hari ini terpantau menurun di 0.21 % ke 1.1388 pada Dolar AS pertengahan session Eropa hari Rabu ini 16/1, sesudah tergelincir memasuki sesi penutupan perdagangan kemarin karena pidato Gubernur ECB yang mengisyaratkan semakin buruknya outlook ekonomi.
Euro pun juga turun drastis lawan Poundsterling, dan condong sideways pada Franc Swiss serta Yen Jepang. Pasangan EUR/CHF diperdagangan stagnan di 1.1273, sedangkan untuk pasangan EUR/GBP turun 0.21 % ke posisi 0.8853 berkenaan dengan tindakan beli Sterling saat voting draft persetujuan Brexit pertama yang ada di parlemen Inggris.
Dalam pidatonya di depan Parlemen Eropa di Strasbourg tempo hari, Gubernur European Central Bank ECB Mario Draghi mengutarakan jika perekonomian Zone Euro tidak berjalan ke arah krisis, tapi perlambatan ekonomi dapat berjalan lebih lama dari harapan.
Menurut dia, hal tersebut dikarenakan oleh kegiatan ekonomi yang lebih lemah di China dan perseteruan perdagangan pada Beijing serta Washington. Akan tetapi, dia menyatakan jika kebijaksanaan ECB telah sesuai dengan.
Ini ialah perlambatan, yang tidak berjalan ke arah krisis, tapi dapat bertambah lama dibanding harapan awal mulanya, kata Draghi, ECB mempunyai piranti untuk menangani kekuatan krisis tapi kebijakan moneter kami sekarang ini sangatlah akomodatif.
Dia mengulang kembali pengakuan lamanya jika Zone Euro masih tetap memerlukan stimulus dalam jumlahnya berarti yang disiapkan oleh bank sentra lewat kebijaksanaan suku bunga negatif serta pembelian obligasi masif.
Waktu lalu, ECB sudah janji mengawasi suku bunga masih pada rekor paling rendah, sekurang-kurangnya sampai musim panas, dan meneruskan rollover obligasi sejumlah 2.6 triliun Euro yang sudah dibelinya.
Walau program pembelian obligasi telah disudahi pada bulan Desember lantas, tapi ECB mensinyalkan belum menarik kembali likuiditas yang sudah disuntikkan ke skema keuangan.
Bersamaan dengan semakin kuatnya tanda perlambatan perkembangan ekonomi serta inflasi Zone Euro, investor memprediksi ECB belum meningkatkan suku bunga sampai akhir tahun 2020.
Akan tetapi, mandat Draghi untuk menjabat menjadi Gubernur ECB akan selesai pada bulan Oktober yang akan datang, hingga aktor pasar peluang akan lakukan penilaian lagi tentang arah kebijaksanaan ECB dalam beberapa waktu ke depan.






