Pasangan EUR/USD naik 0.30 % ke posisi 1.1338 memasuki sesi pertengahan Eropa hari Senin ini 17/12, walau data inflasi Zone Euro turun hingga 2 %.
Masalahnya tersebar isu jika pemerintah AS yang sedang bersiap-siap melawan Government Shutdown parsial karena kekacauan tentang gagasan aturan serta berbelanja di Parlemen AS.
Instansi Eurostat memberikan laporan jika CPI bertumbuh -0.2 % Month-over-Month pada bulan November lantas, sesuai dengan harapan.
Akan tetapi, Core CPI tergelincir ke -0.3 % saja. Diluar itu, inflasi customer tahunan melandai dari 2.0 % jadi 1.9 % dalam periode yang sama.
Pengumuman yang launching pas empat hari sesudah ECB menginformasikan penghentian program pembelian obligasi serta mengawali normalisasi kebijaksanaan moneter ini menimbulkan sentimen negatif di kelompok aktor pasar.
Selain itu, data CPI yang jelek ikut menggarisbawahi kecemasan jika perlambatan ekonomi di Zone Euro bisa bertambah jelek dari harapan awal mulanya.
Semenjak awal paruh ke-2 tahun 2018 ini, perekonomian Zone Euro sudah tampilkan pertanda kemunduran. GDP alami kontraksi pada dua dari tiga negara ekonomi terbesarnya, untuk sementara kepercayaan pasar berkurang karena ketegangan masalah perdagangan, intimidasi No-Deal Brexit serta permasalahan fiskal Italia.
Dalam pengakuan saat pengumuman kebijaksanaan minggu lantas, Presiden ECB Mario Draghi mengutarakan jika walaupun pihaknya akan memutuskan untuk hentikan program pembelian obligasi, tapi akan menjaga suku bunga negatif. Salah satunya sebabnya ialah kecemasan masalah inflasi.
Selain itu, tersebar isu tentang Government Shutdown kembali dari Amerika Serikat. Gedung Putih serta beberapa instansi federal dilaporkan tengah bersiap-siap melawan peluang terjadinya Government Shutdown.
Sebab Presiden Donald Trump bersikukuh masukkan aturan pendirian tembok di perbatasan Meksiko sebesar 5 Miliar Dolar AS, sedang partai Demokrat mati-matian menentang alokasi dana lebih dari 1.3 Miliar Dolar AS.
Jika persetujuan tidak ikut terwujud pada kedua pihak, jadi AS dapat melawan Government Shutdown pada 22 Desember yang akan datang.
Berita tentang ketegangan di Washington itu jadi selingan buat aktor pasar yang tengah menantikan rapat kebijaksanaan Federal Reserve tanggal 18-19 Desember.






