Mata uang Euro melemah pada Dolar AS untuk hari Kamis sore hari ini sesudah naik ke level tinggi secara harian saat FOMC bulan Maret 2018. EUR/USD menurun ke tempat 1. 233 dari 1. 239 di session yang sebelumnya. Penyebabnya Euro melemah kesempatan ini yaitu launching laporan ekonomi Zone Euro serta Jerman yang termasuk bermacam.
Sejumlah perusahaan yang berada di Zone Euro merampungkan kuartal pertama 2018 ini dengan perkembangan yang semakin lambat dalam setahun. Lambatnya perkembangan itu tambah lebih besar dari pada harapan. Perusahaan-perusahaan baru hadapi derita penambahan dengan menguatnya Euro.
Sedangkan kejutan ekonomi Zone Euro terjeda bulan Februari, di mana kenaikan inflasi yang hanya meninggalkan sisa. Polling Reuters dimuka bulan ini menyebutkan kalau perkembangan sudah menjangkau puncak, serta keadaan ini cukup mencemaskan untuk ECB yang juga akan meninggalkan keputusan moneter ultra longgarnya.
PMI Paduan Zone Euro versus IHS Markit masih tetap tunjukkan kesehatan ekonomi, tetapi turun jauh ke 55. 3 bulan ini karena harapannya cuma alami penurunan dari 57. 1 ke 56. 7.
Diluar itu, Jerman juga melaunching laporan keyakinan usaha untuk bulan Februari. Institut IFO memberikan laporan kalau Indeks Keyakinan Usaha Jerman yang disurvei sebanyak 7, 000 perusahaan, turun ke 114. 7 dari 115. 4 bulan Februari.
Akibat Jelek Penguatan Euro
Mulai sejak awal tahun ini, Euro menguat lebih dari 2 % pada Dolar AS serta diprediksikan selalu menguat. Hal semacam ini buat harga beberapa barang serta jasa di Zone Euro jadi lebih mahal untuk customer diluar blok 19 negara itu. Perkembangan dari berbagai perusahaan baru yang tumbuh berada di Zone Euro yang terpangkas karena itu.
” Perkembangan export sudah terpangkas sampai setengahnya mulai sejak bulan Desember yang kemarin dari level-level yang sebelumnya. Keadaan ini berlangsung di dalam penguatan Euro, hingga ada peluang ini adalah akibat dari penguatan mata uang, ” tegas Chris Williamson, selaku ekonom IHS Markit.






