
Pasangan EUR/USD dalam perdagangan hari ini melandai di 0.10 % ke 1.1450 saat launching data produksi industri Zone Euro memasuki session Eropa hari Senin 14/1. Euro pun terpantau melemah pada Franc Swiss serta Yen Jepang, dan condong stagnan lawan Poundsterling di 0.8922.
Instansi Eurostat memberikan laporan jika produksi industri Zone Euro turun 1.7 % MoM memasuki bulan November, tambah lebih buruk daripada harapan penurunan 1.5 % yang sebelumnya diprediksikan pasar sekaligus juga yang terburuk dalam hampir tiga tahun paling akhir.
Walau sebenarnya, produksi industri sudah sempat naik 0.1 % pada periode Oktober. Dalam basis tahunan, produksi industri anjlok 3.3 %, hampir 2 kali lipat lebih jelek dari perkiraan awal yang dibanderol pada 2.3 %.
Kecemasan pasar tentang perlambatan ekonomi Zone Euro di dalam imbas dampak konflik dagang pergerakan industri Jerman dan berkepanjangannya demonstrasi anarkis yang terjadi di Prancis dan merugikan beberapa pelaku bisnis.
Sedangkan Output industri yang ada di Jerman yang disebut perekonomian paling besar Zone Euro alami penurunan sebesar 1.9 % memasuki bulan November, menghalau harapan kenaikan 0.3 %.
Produksi pun terpantau anjlok mencolok di Prancis serta Italia, negara ekonomi ke-2 serta ke-3 paling besar di lokasi itu.
Rangkaian data ini dan beberapa laporan ekonomi awal mulanya menimbulkan kecemasan penambahan jika Gross Domestic Product GDP Zone Euro akan melambat kembali dalam kuartal I tahun 2019.
Mmasuki kuartal III/2018 kemarin, perkembangan GDP Zone Euro cuma sampai 0.2 %, turun dari 0.4 % pada kuartal ke-2. Disisi lain, mata uang Euro pun melawan imbas dari ketidakpastian negosiasi untuk keluarnya Inggris dari Uni Eropa Brexit.
Parlemen Inggris diskedulkan akan mengadakan voting di hari Selasa besok untuk memastikan apa mereka akan terima persetujuan Brexit yang sudah diraih pada Theresa May dengan Uni Eropa tahun kemarin, ataukah tidak.
Perkiraan paling akhir tunjukkan jika sebagian besar anggota parlemen akan menolaknya, hingga bisa menyebabkan tiga skenario baru pada NoDeal Brexit, referendum Brexit ke-2, atau pada saat negosiasi dengan Uni Eropa dari parlemen secara langsung. Aktor pasar masih tetap wait and see melawan moment berefek terpenting ini.





