Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Euro Masih Tertekan Rumor Stagnasi Jerman

Euro Masih Tertekan Rumor Stagnasi Jerman

625
0

Pasangan EUR/USD sudah sempat melejit sesaat sesudah launching data GDP Zone Euro hari Kamis ini 14/2. Akan tetapi, Euro langsung kembali kembali dekat posisi paling rendah semenjak Desember pada posisi 1.1268 pada Dolar AS, sebab laporan GDP itu sebenarnya tidak berbentuk bullish.

 

Walau sebenarnya, Euro sudah tertekan oleh launching data produksi industri serta gonjang-ganjing di Spanyol semenjak hari Rabu.

 

Menurut Eurostat, laporan preliminer tunjukkan jika GDP Zone Euro kuartal IV/2018 sama juga dengan periode sebelumnya serta sama dengan harapan awal. GDP kuartalan tumbuh 0.2 % qoq, sedang GDP tahunan meluncur 1.2 %.

 

Lebih baik kembali, walau Italia masih tetap alami krisis, tapi penurunan perkembangan ekonomi Jerman berhenti pada skala stagnasi perkembangan 0 % saja.

 

Diluar itu, dua negara ekonomi penting yang lain masih tetap tampilkan perkembangan positif. GDP Spanyol meluncur 0.7 %, sesaat GDP Prancis naik tipis 0.3 % dalam kuartal IV/2018.

 

Lepas dari itu, beberapa berita negatif telah menjamur semenjak bank sentra Eropa akan memutuskan untuk hentikan stimulus moneter di akhir tahun kemarin, sebab beberapa permasalahan dari dalam serta luar lokasi Euro.

 

Walau bank sentra sudah menghalau kecemasan masalah intimidasi krisis di Zone Euro, tapi beberapa pelaku bisnis serta investor mulai tingkatkan kewaspadaan.

 

Minggu lalu, beberapa perusahaan raksasa Jerman melaunching peringatan jika keuntungan tahunan mereka alami penurunan saat tahun kemarin. Leoni AG mensuspen pembagian dividen tahun 2018, sebab penghasilan turun lebih dalam dibanding harapan.

 

Daimler AG pun tengah mempersiapkan rangkaian program efisiensi usaha sebab income-nya terpukul oleh intimidasi imbas perseteruan dagang AS-China.

 

Laporan produksi industri yang launching di hari Rabu pun suram. Produksi industri Zone Euro diberitakan anjlok 0.9 % mom pada bulan Januari, hingga mencatatkan kontraksi 4.2 % dalam basis tahunan.

 

Di lain sisi, demonstrasi sosial di Prancis belumlah selesai serta muncul juga gejolak politik di Spanyol. Sesudah Parlemen Spanyol menampik RAPBN 2019 yang diserahkan oleh PM Pedro Sanchez, negeri itu di kuatirkan akan mesti membuat pemilu awal, sesaat grup separatis Katalan kembali menyebabkan kekacauan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses