Dalam perdagangan hari Rabu ini 7 November, Poundsterling diperdagangan pada posisi paling tinggi lima bulan lawan Euro, dan berjalan ke arah posisi paling tinggi satu bulan pada Dolar AS.
Seperti gerakan Sterling dalam beberapa waktu paling akhir, penguatan kesempatan ini juga didorong oleh berita sekitar negosiasi Brexit pada Inggris serta Uni Eropa.
Pada saat rapat kabinet Inggris yang paling baru, muncul spekulasi jika Uni Eropa serta Inggris telah hampir sampai persetujuan final tentang Brexit.
Sesuai keterangan Laura Kuenssberg dari BBC, beberapa menteri diberitahu supaya siap untuk hadir rapat kembali pada akhir minggu ini, sebab peluang akan pergantian yang lumayan besar untuk sangat mungkin tercapainya persetujuan.
Poundsterling telah melejit duluan sesudah Menteri Masalah Brexit, Dominic Raab, dilaporkan keluar dari rapat kabinet dengan mengemukakan tanda optimis.
Didapati jika beberapa menteri dalam rapat itu membahas proses pengendalian perbatasan Irlandia dalam kerangka Backstop Rencana dan waktu berlakunya.
Pelaku pasar masih tetap menyepelekan Sterling, walau diskusi Brexit sekarang ini mendapatkan berita positif. Diluar itu, penambahan kestabilan politik di Inggris bersamaan dengan koalisi kepemimpinan PM May serta kekuatan persetujuan Brexit tingkatkan bias hawkish dari dewan kebijaksanaan BoE.
Hingga pergantian kepercayaan pasar dapat menggerakkan kemenguatan Sterling selanjutnya, demikian papar analis dari bank investasi Citi dalam satu catatannya tentang outlook GBP.
Jika Uni Eropa serta Inggris dapat menyetujui konsepsi Backstop Rencana, jadi hal tersebut bisa kurangi resiko yang muncul saat Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa tanggal 29 Maret 2019 yang akan datang dalam keadaan tidak ada deal final tentang permasalahan perdagangan.
Akan tetapi, penguatan Poundsterling kesempatan ini ikut dapat jadi adalah reaksi terlalu berlebih saja, sebab pada intinya, persetujuan final tidaklah terwujud.
Bahkan ada konfirmasi tegas jika Inggris akan hindari ‘Hard Brexit’ tahun kedepan, jadi outlook Poundsterling selalu kelabu, tutur Jane Foley, ahli taktik forex Rabobank London.
Selain itu, di benua berlainan, Dolar AS tengah bergumul dengan penambahan resiko politik yang muncul karena berita kemenangan oposisi Donald Trump dalam perhitungan sesaat hasil Mid-Term Elections.
Berita itu menyebabkan indeks Dolar AS turun mencolok seputar 0.50 % serta ikut mengangkat mata uang mayor yang lain, termasuk juga Pounds.






