Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental EUR/USD: Menurun Bersamaan Kemelut AS VS Cina

EUR/USD: Menurun Bersamaan Kemelut AS VS Cina

517
0

Pasangan EUR/USD dalam perdagangan turun mengarah keposisi 1.1750 sesudah mengalami keterpurukan yang signifikan memasuki hari Jum’at pekan kemarin mengejar jumlah pekerjaan AS yang semakin baik serta bertambah panasnya hubungan AS dengan Cina.

Mata beberapa investor tertuju terhadap terhentinya rangsangan fiskal sesudah Donald Trump keluarkan executive order.

Frustrasi dikarenakan buntunya perundingan Demokrat dengan Republikan atas paket suport penambahan coronavirus,.

Donald Trump pada hari Sabtu menyepakati beberapa executive order meneruskan pembayaran pada beberapa pengangguran tambahan $400 per minggu dengan  keuntungan pengangguran turun sebesar $200 dari sebelumnya $600 per minggu yang dibayarkan sebelum pada saat kritis.

Sedangkan jubir Kongres AS Nancy Pelosi serta Treasury Secretary Steven Mnuchin mengatakan jika mereka siap mengakhiri negosiasi rangsangan.

Sentimen pada risiko akan ada bila kebuntuan terus berjalan, serta akan bawa pada keinginan safe-haven pada dolar AS.

Turunnya pasangan EUR/USD akan bertemu dengan dukungan paling dekat di 1.1744 yang jika sukses dilewati akan berlanjut ke 1.1702 dan 1.1681. Sedang resistance paling dekat di 1.1800 yang jika sukses dilewati akan berlanjut ke 1.1839 dan 1.1893.

GBP/USD: Turun Bersamaan Ketakutan Pengangguran

GBP/USD dalam perdagangan hari ini dekati posisi 1.30, gagal naik disebabkan naiknya mata uang dolar AS.

Satu survey yang memperlihatkan jika sepertiga dari beberapa perusahaan memiliki peluang untuk kurangi beberapa pekerjanya, kondisi ini memberatkan mata uang poundsterling.

Diplomat Inggris seperti Michael Gove serta Rishi Sunak menyoroti beberapa peluang akan didapatkan setelah persetujuan Brexit memasuki bulan September namun belum memiliki bukti yang pasti.

Disamping itu ketakutan akan gelombang harus kehilangan pekerjaan yang semakin luas dipacu oleh studi dari British Institute.

Studi ini mendapatkan beberapa perusahaan yang akan membuat pengurangan pekerja bertambah dari 22 % memasuki awal tahun 2020 berubah menjadi 33 % untuk 3 bulan yang akan berakhir pada akhir bulan September mendatang.

Perdana Menteri Inggris Johnson merekomendasikan untuk kembali membuka beberapa sekolah pada bulan September sedangkan dari Telegraph Inggris rilis salah satu judul yang menjelaskan jika perhitungan jumlah kematian Covid-19 di Inggris akan bisa dihilangkan.

Dengan latarbelakang ini, sentimen pada risiko di pasar berubah sedikit membaik dengan S&P 500 bergerak naik 0.15% jadi 3,350 sedangkan beberapa saham di Australia serta Selandia Baru juga berada di zona hijau.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses