Hasil launching data perkembangan ekonomi produk domestik bruto/PDB Australia kuartal I-2020 memperlihatkan kontraksi atau minus 0,3% quarter on quarter. Akan tetapi, hasil launching itu masih lebih baik dari perkiraan kontraksi 0,4% di Forex Factory.
Sesaat bila disaksikan dengan cara tahunan atau year-on-year, PDB Australia tumbuh 1,4%. Sesaat di lain sisi, data pemasaran ritel bulan April disampaikan turun 17,7%.
Sedikit lebih bagus dari perkiraan 17,9%. Selanjutnya pengurangan surplus neraca dagang Australia tidak sebesar perkiraan.
Surplus neraca dagang di bulan April tertera sebesar AU$ 8,8 miliar, lebih bagus daripada perkiraan AU$ 7,5 miliar.
Rangkaian data itu memberi peluang penurunan ekonomi Australia tidak seburuk yang diprediksikan, serta karantina daerah lockdown yang telah dilonggarkan dapat selekasnya menghidupkan perekonomian.
Amblasnya dolar Australia saat itu berlangsung karena pandemi penyakit virus corona Covid-19 yang memukul perekonomian luar dalam.
Di luar, China yang disebut partner dagang penting Australia mengaplikasikan kebijaksanaan lockdown mengakibatkan keinginan import produk Negeri Kanguru turun tajam.
Australia mengaplikasikan kebijaksanaan yang sama, perekonomian dalam negeri juga tidak dapat dihandalkan.
Mengakibatkan, bank sentra Australia Reserve Bank of Australia/RBA memotong suku bunga sampai ke rekor paling rendah 0,25%, serta untuk kali pertamanya mengaplikasikan kebijaksanaan pembelian asset quantitative easing/QE.
Sekarang perekonomian Australia perlahan-lahan mulai bangun, lockdown telah mulai dibuka semenjak dengan cara perlahan-lahan dalam 2 minggu paling akhir, serta dolar Australia juga balas sakit hati.






