Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental DXY Turun, Donald Trump Tingkatkan Perang Dagang

DXY Turun, Donald Trump Tingkatkan Perang Dagang

1037
0

DXY anjlok berkisar 0.2 % ke rata-rata 97.97 pada awal session Eropa hari Jumat ini 31/5. Greenback terpantau melemah pada sejumlah besar mata uang mayor.

 

Pasangan mata uang USD/JPY anjlok berkisar 0.7 % ke posisi 108.87, sesaat EUR/USD naik 0.2 % ke posisi 1.1151. Penyebab revisi Dolar AS kesempatan ini ialah laporan Gross Domestic Product GDP kuartal I/2019 yang direvisi turun, dan pengumuman AS tentang biaya import buat beberapa produk Meksiko.

 

Tempo hari, US Bureau of Economic Analysis memberikan laporan jika GDP AS cuma naik 3.1 % dalam periode Januari-Maret 2019, bukanlah naik 3.2 % sesuai dengan data preliminer. Tetapi, laporan itu berisi kemunduran beberapa data yang mensinyalkan outlook ekonomi lebih jelek untuk kuartal ke-2.

 

Penjualan final buat konsumen domestik cuma naik 1.5 %, paling lamban semenjak tahun 2015. Penghasilan usaha sebelum pajak anjlok 3.5 %, bukanlah bertambah 2.0 % seperti harapan awal.

 

Pergerakan inflasi juga tertera lebih lesu, dengan Core PCE Index cuma naik 1.0 %. Angka inflasi itu lebih rendah dibanding harapan 1.3 % atau sasaran 2 % yang dibanderol oleh bank sentra AS Federal Reserve.

 

Keseluruhannya, laporan GDP kesempatan ini menunjukkan jika momen perkembangan AS masih kuat. Tetapi, terdapat beberapa fakta untuk menyangsikan prospek perkembangan periode April-Juni, bersamaan dengan makin sengitnya perselisihan dagang AS dengan beberapa negara.

 

Bahkan juga, beberapa analis kembali mengusung rumor krisis serta pemangkasan suku bunga AS yang mungkin berlangsung jika perselisihan dagang selalu berkelanjutan.

 

Sementar itu, Gedung Putih malah mempublikasikan kebijaksanaan baru untuk kenakan biaya import pada semua barang yang dihadirkan dari Meksiko.

 

Biaya import buat negara yang bersebelahan darat dengan AS itu direncanakan bertambah setahap dari 5 % sampai 25 %, sepanjang Meksiko tidak dapat membendung arus imigran ilegal yang hadir ke AS melalui teritorinya.

 

Walau sebenarnya, Meksiko adalah partner dagang AS paling besar sekaligus juga sentral suplai bahan baku atau produk jadi buat pasar Amerika Serikat.

 

Berita yang menghebohkan itu spontan menyebabkan tindakan jual di Wall Street serta bursa saham Asia pagi hari ini, sekaligus juga menggerakkan pengalihan dana investor ke aset-aset yang lebih aman.

 

Dolar AS turut dijauhi, sesaat Yen Jepang serta Franc Swiss malah dicari. Meskipun begitu, penurunan Dolar AS diduga cuma sesaat, sebab mata uang ini dipandang seperti satu diantara asset safe haven yang dapat bertambah walau pasar sahamnya roboh.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses