Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental DXY Stagnan Bersamaan Berlanjutnya Shutdown

DXY Stagnan Bersamaan Berlanjutnya Shutdown

570
0

DXY terpantau berjalan hampir stagnan di rata-rata 96.34 pada pertengahan session Eropa hari Selasa ini 22/1, sesudah ditutup melandai tipis di akhir session New York.

 

Kurangnya gerakan Greenback di pengaruhi oleh libur bank-bank di hari Senin, tidak hanya pun oleh absensi data ekonomi berefek besar dan berkepanjangannya kebuntuan bahasan aturan pemerintah AS yang menyebabkan US Government Shutdown sangat lama selama riwayat.

 

Waktu berita ditulis, Dolar AS terpantau kuat tipis lawan Euro yang digempur runtutan prediksi ekonomi jelek, pasangan  EUR/USD alami penurunan 0.05 % ke posisi 1.1361.

 

Akan tetapi, Greenback melemah pada Pounds yang semakin menurunnya tingkat pengangguran Inggris, sedangkan untuk pasangan GBP/USD bergerak naik 0.16 % ke posisi 1.2914.

 

Selain itu, Dolar AS masih unggul telak pada mata uang sektor komoditas, sebab launching prediksi perkembangan ekonomi dunia oleh IMF barusan pagi sudah meruntuhkan minat resiko pasar.

 

Pasangan mata uang AUD/USD turun hampir 0.50 % ke posisi 0.7123, NZD/USD alami penurunan 0.30 % ke posisi 0.6709, sedang USD/CAD naik 0.20 % ke posisi 1.3322.

 

IMF yang diterbitkan tadi pagi langsung menyebabkan kegemparan sebab memprediksi perkembangan ekonomi global cuma akan sampai 3.5 % dalam tahun 2019 serta 3.6 % pada tahun 2020, lebih rendah dibanding prediksi yang sebelumnya yang launching pada Oktober 2018.

 

IMF yang menunjukkan prediksi ekonomi yang lebih buruk buat semua lokasi ekonomi terpenting dunia, dari mulai AS, China, Eropa, sampai Asia.

 

Perlu untuk diketahui, harga komoditas begitu bergantung pada perkembangan ekonomi. Saat perkembangan ekonomi bertambah, jadi harga komoditas punya potensi naik sebab dorongan meningginya keinginan pasar.

 

Demikian sebaliknya, saat perkembangan ekonomi melemah, jadi harga komoditas akan melawan intimidasi penurunan sebab menyusutnya keinginan, sesaat supply pasar masih atau malah melimpah sebab tumpukan persediaan di gudang-gudang.

 

Searah dengan adanya ini, Dolar Komoditas adalah mata uang yang rawan roboh pada saat muncul tanda-tanda perlambatan ekonomi di kawasan-kawasan ekonomi penting dunia.

 

Di lain sisi, Dolar AS adalah salah satunya mata uang Safe Haven yang akan dicari pasar di dalam kecemasan akan gejolak pasar keuangan.

 

Akan tetapi, keadaan politik AS yang kurang aman berkenaan dengan bentrok pada Donald Trump serta Parlemen AS berkaitan aturan pembangunan tembok perbatasan AS dengan Meksiko, dan memudarnya prospek menguatnya suku bunga Fed tahun 2019, sudah batasi gerakan Greenback.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses