Indeks Keyakinan Customer yang dikeluarkan CB The Conference Board jatuh dari 118.8 ke 86.9 pada bulan April 2020. Data itu semakin rendah dibanding harapan pengurangan ke 88.3, serta jadi yang terjelek dalam 6 tahun paling akhir.
Menurut Direktur The Conference Board, ada pengurangan sampai 90 point dalam present situation index yang disebut rekor pengurangan paling besar.
Hal tersebut mencerminkan kontraksi tajam dalam kesibukan ekonomi serta kenaikan besar pada klaim pengangguran karena kritis Corona.
Dengan cara makro, konsentrasi perhatian beberapa investor tertuju di hasil rapat kebijaksanaan The Fed serta European Central Bank ECB minggu ini.
Mereka menginginkan panduan tentang langkah setelah itu yang akan diterapkan bank sentra dalam mengatasi kritis karena epidemi Corona.
Awalnya, ke-2 bank sentra itu diketahui sudah menggulirkan rangsangan ekonomi dalam skala besar. The Fed terutamanya, sudah memangkas suku bunga, meneruskan pembelian obligasi, serta mem-backstop pasar credit.
Mark McCromick, analis forex TD Securities Tokyo, memberi komentar jika berkenaan dengan rapat bank-bank sentra itu, cukup susah untuk membaca gerakan pasar dalam beberapa waktu ke depan.
Selain itu, rebalancing akhir bulan ini akan negatif Dolar AS, yang diprediksikan melemah pada Euro, Sterling, Yen, serta Aussie
Kita tidak dapat menarik kebanyakan simpulan tentang tempat pasar mata uang dalam beberapa session perdagangan ke depan, mengingat bercampurnya kebijaksanaan moneter serta penggerak-penggerak teknikal, kata McCormick.
Laporan Inflasi Australia Berada Di Zone Positif
Biro Statistik Australia mempublikasikan data Inflasi Customer CPI yang tumbuh 0.3 % pada kuartal pertama 2020.
Walau lebih bagus dari forecast ekonom di 0.2 %, data itu semakin lebih lemah daripada angka kuartal awalnya yang sebesar 0.7 %.
Dengan cara detil, peningkatan harga paling relevan datang dari harga sayuran yang bertambah sebesar 9.1 %, harga kopi +2.0 %, produk beberapa obat +5.1 %, serta ongkos pendidikan +3.4 %.
Selain itu, pengurangan harga paling menguasai berlangsung pada harga bahan bakar -6.0 %, ongkos berlibur serta fasilitas -3.1 %, ongkos berlibur internasional -3.0 %.
Corona otomatis punya pengaruh relevan pada melambannya tren inflasi Australia pada kuartal pertama tahun ini.
Masalahnya penebaran virus sudah mendesak keinginan energi global, yang tentunya berimbas pada keruntuhan harga bahan bakar di Australia.






