idnfx (10/01/2026) – Indeks Dolar AS (DXY) menutup perdagangan pekan ini dengan momentum bullish yang solid, berhasil memulihkan kerugian dari awal tahun dan kembali menembus level psikologis 99.00. Penguatan ini didorong oleh sentimen pasar menjelang rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) hari Jumat (9/1), di mana investor mulai memprice-in kemungkinan The Fed untuk menahan suku bunga (rate hold) lebih lama di tengah data tenaga kerja yang diprediksi moderat (konsensus ~60.000 lapangan kerja baru).
Hingga penutupan pasar Jumat malam/Sabtu pagi WIB (10/1), DXY mencatatkan kenaikan mingguan lebih dari 0.8%, sebuah pembalikan signifikan setelah sempat tertekan di bawah area 98.30 pada sesi perdagangan pertengahan minggu.
Analisis Teknikal DXY (US Dollar Index)
Secara teknikal, Indeks Dolar menunjukkan struktur rebound yang kuat pada grafik H4 dan Daily.
- Price Action: USD telah mencetak three-session winning streak (kemenangan 3 sesi berturut-turut) menjelang akhir pekan. Harga berhasil memantul dari zona demand krusial di 98.00 dan kini menguji resistensi dinamis di area 99.00 – 99.20.
- Indikator Momentum:
- RSI (14): Berada di atas level 50, mengindikasikan dominasi momentum pembelian (buying pressure) jangka pendek yang mulai terbentuk kembali.
- Moving Average: Harga mulai bergerak di atas MA jangka pendek, mencoba menantang MA-50 yang bertindak sebagai barrier tren jangka menengah.
- Key Levels:
- Resistance: 99.50 (Area konsolidasi sebelumnya), 100.00 (Level psikologis utama).
- Support: 98.70 (Support intraday), 98.00 (Critical floor).
Insight: Jika Indeks Dolar mampu bertahan di atas 99.00 pada pembukaan pasar Senin depan, potensi rally lanjutan menuju 100.00 sangat terbuka lebar, terutama jika data NFP (yang dirilis Jumat malam) dikonfirmasi lebih baik dari ekspektasi pasar yang rendah.
Dampak pada Pasangan Mata Uang Populer (Major Pairs)
Penguatan ini memberikan tekanan signifikan pada mata uang rival utamanya dalam 48 jam terakhir. Setidaknya pada 3 major pairs seperti USD/JPY, EUR/USD, dan GBP/USD mengalami dampak.
1. USD/JPY: Kembali Tembus Level 157
Pasangan ini menjadi top performer yang berkorelasi positif dengan DXY.
- Kondisi Terkini: USD/JPY melonjak lebih dari 0.8% minggu ini, kembali diperdagangkan di atas level 157.00.
- Teknikal: Tren bullish jangka pendek valid selama harga bertahan di atas area support 154.80 – 155.00. Penembusan di atas 157.00 membuka jalan menuju resistensi 158.00 (High Januari).
- Pemicu: Kesenjangan kebijakan (divergensi) antara BoJ yang pasif dan The Fed yang masih data-dependent kembali menjadi tema utama.
2. EUR/USD: Tertekan di Bawah Resistensi
- Kondisi Terkini: Menguatnya Dolar menyeret Euro kembali ke zona merah. EUR/USD gagal mempertahankan momentum rebound awal tahunnya.
- Teknikal: Pasangan ini menghadapi tekanan jual (selling pressure) yang kuat saat mendekati level resistensi psikologis. Fokus trader saat ini adalah apakah support terdekat mampu menahan pelemahan lanjutan. Jika DXY terus melaju ke 100, EUR/USD berisiko menguji ulang low sebelumnya.
3. GBP/USD: Konsolidasi dengan Bias Bearish
- Kondisi Terkini: Sterling menunjukkan ketahanan yang sedikit lebih baik dibanding Euro, namun tetap terkoreksi terhadap Dolar AS yang menguat.
- Teknikal: Terjebak dalam rentang konsolidasi. Breakout DXY di atas 99.00 kemungkinan besar akan memicu aksi jual pada Cable (GBP/USD) menuju level support psikologis berikutnya.
Kesimpulan & Strategi Minggu Depan
Kenaikan DXY di akhir pekan ini mengonfirmasi bahwa Dolar AS belum kehilangan statusnya sebagai safe haven maupun aset imbal hasil yang menarik, terutama saat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed menurun.
- What to Watch: Perhatikan reaksi pasar pada pembukaan sesi Asia hari Senin (12/1). Jika DXY membuka dengan gap up atau bertahan stabil di atas 99.00, strategi buy on dip untuk USD (terhadap JPY dan EUR) menjadi skenario yang paling logis.
- Waspada: Volatilitas pasca-NFP seringkali memicu whipsaw (pergerakan palsu) di awal minggu. Pastikan menunggu konfirmasi candle H4 sebelum mengambil posisi baru.
-
Disclaimer: Analisis ini berdasarkan data pasar per penutupan Jumat, 9 Januari 2026, dan bukan merupakan anjuran atau himbauan untuk berinvestasi dalam forex. Trading forex mengandung risiko tinggi. Pastikan Anda melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.






