Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dollar Tertekan Di antara Data Inflasi dan Ketertarikan Safe Haven

Dollar Tertekan Di antara Data Inflasi dan Ketertarikan Safe Haven

499
0

Index dollar AS DXY condong bearish dalam waktu terbatas di antara 92.40-92.60 sepanjang perdagangan hari Rabu ini 16/9/2021.

Kekesalan pasar pada data inflasi AS tempo hari berpengaruh negatif untuk greenback, tapi pergolakan pada sentimen resiko global malah menahan penurunan selanjutnya.

US Bureau of Labor Statistics BLS tempo hari memberikan laporan jika pergerakan inflasi customer pokok cuman bertambah 0.1 % Month-over-Month pada masa Agustus 2021, versi harapan pasar yang dibanderol pada 0.3 %.

Ini memberikan kebimbangan pada prospect tapering The Fed dalam tahun 2021.

Minimal, pelambatan inflasi bisa memberinya argumen untuk Federasi Reserve tidak untuk umumkan tapering yang dinanti-nantikan oleh aktor pasar di pertemuan peraturannya bulan akhir ini.

Greenback terjerumus sesaat susul launching data inflasi itu, tapi selanjutnya langsung  kembali bergerak naik.

Karena launching data hasil survey usaha The Fed New York yang lebih baik dibanding harapan pasar.  Publisitas beberapa data ekonomi China barusan pagi jadi memperburuk sentimen resiko global.

Dollar AS secara umum condong dibeli saat sentimen risk-off ramai, karena statusnya sebagai mata uang safe haven

Dollar AS berusaha untuk mendapati arah yang lebih terang di tengah-tengah semuanya, karena data CPI dan Non-farm Payroll yang kurang kuat nampaknya melukai harapan tapering The Fed.

Investor harus juga mempertimbangkan pelemahan dalam saham dan resiko jika pelemahan itu akan terus berlanjut.

Memberikan Dukungan dollar AS dalam arus safe haven, ungkapkan Shaun Osborne, kepala ahli taktik Scotiabank, dalam sebuah catatan yang dikutip oleh Reuters.

Katalis pasar selanjutnya masih lumayan lama, yaitu rapat Federasi Open Pasar Committee FOMC sepanjang 2 hari pada minggu kedepan.

Rapat itu bisa memberinya kepastian mengenai gagasan tapering The Fed atau kekuatan peningkatan suku bunga AS.

Tapering umumnya menggerakkan animo dollar AS, karena memberikan indikasi jika The Fed bergerak makin dekat ke pengetatan peraturan moneter.

Cara barusan menyaratkan jika bank sentra akan beli semakin sedikit asset hutang, kurangi jumlah dollar yang tersebar dalam ekonomi, dan tingkatkan nilai mata uang.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses