Animo yang berlangsung pada mata uang Aussie dollar tidak terkait dengan launching data ekonomi apa pun, hingga diduga terkait dengan penambahan ketertarikan efek pasar global.
Ke depan, ketertarikan pasar pada Aussie masih rawan dikuasai oleh desas-desus seperti berita brexit terbaru, perubahan negosiasi dagang AS-China, serta prospek pergantian suku bunga Australia.
Minggu lalu, Aussie melompat cepat sesudah launching data ketenagakerjaan Australia yang tampilkan penurunan tingkat pengangguran ke level 5.2 %.
Walau masih cukup jauh dari rata-rata pengangguran 4.5-5.0 % yang dibanderol oleh bank sentra Australia RBA, tapi data itu sukses melegakan beberapa kekhawatiran aktor pasar.
Harapan pemotongan suku bunga RBA pada bulan November mulai menyusut, walau belum seutuhnya pupus.
Sesuai dengan pandangan kami, menurun tipis pengangguran memasuki bulan September bisa saja memberi sedikit ruangan bernapas buat RBA serta daftar positif yang dirujuk Gubernur Lowe akan menolong menghindarkan krisis.
Tapi kami sangsi perkembangan ekonomi Australia akan cukup kuat untuk sampai full-employment serta meningkatkan inflasi kembali pada sasaran dalam tempo dekat, tutur Dr. Shane Oliver dari AMP Capital.
Dolar Australia didukung oleh memudarnya kemelut di antara ganda negara adidaya AS serta China.
Perancangan persetujuan fase-1 sudah disetujui serta draft utuhnya sedang diatur untuk diresmikan oleh presiden ke-2 negara.
Presiden AS Donald Trump mengatakan jika dia mengharap persetujuan dagang itu bisa di tandatangani dalam pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation APEC di Chili pada pertengahan November akan datang.
Dengan teknikal, Boris Schlossberg dari BK Asset Management mencatat, Kiwi serta Aussie semasing hadapi resistance periode panjang pada 0.6450 serta 0.7000, dan bisa saja kehilangan momen sepanjang perdagangan range terus bertahan.
Tetapi, gerakan harga dalam beberapa waktu paling akhir menyaratkan jika efek pada ke-2 pasangan mata uang ini bisa jadi telah membuat level paling rendah periode panjang.
Karena itu, AUD serta NZD punya potensi menimbulkan signal reli risk-on yang lebih luas dalam aset-aset lain serta dapat mengagetkan simpatisan pasar, karena data mendasar GDP global yang pada umumnya masih lesu.






