Wabah virus Corona 2019-nCoV makin bertambah. Bersamaan dengan itu, kecemasan aktor pasar semakin bertambah.
Bursa saham China dibuka turun dalam perdagangan hari pertama saat libur Lunar New Year. Selain itu, USD/CNY melompat lebih dari 1.2 % sampai cetak rekor paling tinggi satu bulan pada posisi 7.022.
Satu bulan semenjak pecahnya wabah virus Corona, cakupan penebaran wabah serta jumlahnya korban terus makin bertambah
Beberapa negara juga menginformasikan larangan kehadiran atau kepergian dari serta ke China, terhitung salah satunya Australia, Singapura, serta Amerika Serikat.
Ini makin menguatkan prediksi perlambatan ekonomi yang akan menempa China jadi dampak dari wabah itu.
Jumlah pasien baru makin bertambah. Serta walau virus bisa saja nyatanya tidak begitu patogenik.
Peralihan orang serta barang peluang akan terkekang untuk sesaat waktu, kata Musashi Hashimoto, analis mata uang senior di MUFG Bank.
Sambungnya, Hal itu pasti menahan signal rebound dalam perekonomian China yang kita lihat semenjak Desember.
Untuk mengatasi kecemasan, bank sentra China ambil beberapa langkah cepat. Diantaranya menginjeksi dana sebesar 1.2 Triliun Yuan untuk mengangkat likuiditas pasar keuangan.
Namun, kecemasan pasar masih menggerakkan pelarian dana investor ke aset-aset safe haven. Lebih jelek , data ekonomi paling baru dari bidang usaha China telah memperlihatkan kemerosotan.
Caixin memberikan laporan jika Purchasing Managers’ Index PMI untuk bidang manufaktur bertaraf kecil serta menengah tergelincir dari 51.5 jadi 51.1 pada survey awal bulan Januari -sebelum meletusnya kecemasan karena wabah virus Corona.
Data itu meleset dari harapan yang dibanderol pada 51.3, sekaligus juga adalah kegiatan manufaktur terjelek dalam lima bulan paling akhir.
Wabah virus Corona memunculkan beberapa korban lain di luar China. Pasangan mata uang AUD/USD berusaha rebound ke rata-rata 0.6700 pada session Asia, tapi belum juga dapat keluar dari rata-rata paling rendah semenjak awal Oktober 2019.
Dinamika sama terlihat juga pada NZD/USD yang lumpuh dekat rata-rata 0.6472, posisi paling rendah semenjak awal Desember kemarin.
Duet USD/JPY naik sediki tambah tinggi ke rata-rata 108.53, tapi masih rawan tertekan kembali pada posisi lebih rendah.






