Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dollar AS Mengamati Perkembangan Pilpres November

Dollar AS Mengamati Perkembangan Pilpres November

594
0

DXY bergerak sebesar 0.25 % ke rata-rata 93.00 memasuki awal session New York, mengejar launching data klaim pengangguran yang semakin rendah dari harapan awal.

Namun, analis memandang aktor pasar sekarang semakin menyorot potensial hasil Pilpres AS dalam bulan November akan datang. Sorotan itu membuat Dollar AS dalam posisi rawan menurun semakin jauh.

DEPNAKER AS memberikan laporan jumlah klaim pengangguran bertambah sebesar 1,19 juta dalam periode seminggu yang berakhir pada 1 Agustus kemarin.

Angka itu semakin rendah dibandingkan jumlah klaim pada era sebelumnya, sekaligus juga ada di bawah perkiraan awal yang mencapai 1,40 juta.

Beberapa pelaku pasar menganggap itu sebagai aksi yang bagus mendekati launching data Non-farm Payroll yang berefek semakin tinggi pada hari Jumat esok, hingga Greenback kuat tipis.

Meskipun begitu, hasil analisa pasar forex paling baru memperlihatkan jika trader dollar AS makin memperhatikan prediksi hasil Pilpres.

Mark McCormick, kepala taktik forex global dari TD Securities Toronto, menjelaskan, Ada keterikatan jelas diantara performa USD serta harapan pada pemilu akan datang.

Studi yang dilaksanakan oleh TD Securities belakangan ini memperlihatkan kenaikan korelasi diantara dollar serta hasil pemilu dari sebesar 20 % pada bulan Maret jadi sebesar 80 % saat ini.

Menurut analis, masa kepresidenan Donald Trump diikuti dengan pergolakan karena kebijaksanaan perdagangan global, ketidaktetapan geopolitik, pasar global, serta perkembangan

Kemenangan lawan Trump, Joe Biden, bisa kurangi bermacam pergolakan itu sekaligus juga berefek jelek buat performa ekonomi AS.

USD sudah memperoleh keuntungan relevan dari bauran kebijaksanaan Presiden AS yang terdiri dari rangsangan fiskal agresif didalam negeri serta perlindungan dagang di luar negeri.

Ini akan berakhir bila seorang presiden diambil dari kelompok Demokrat, tegs Valentin Marinov dari Kredit Agricole.

Disamping itu, kepopuleran Trump akhir-akhir ini roboh, kekeliruan perlakuan pandemi COVID-19 serta melesatnya jumlah pengangguran.

Presiden petahana AS umumnya punyai kesempatan besar untuk dipilih kembali, tapi cuma bila situasi ekonomi kuat di saat pemilu diselenggarakan.

Sayangnya, Trump sekarang ini ada dalam posisi yang sama dengan Gerald Ford, Jimmy Carter, serta George Bush Sr, yang hadapi pemilu saat krisis di negeri.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses