Pada awal perdagangan session Eropa hari Rabu 13/2, DXY diperdagangan sideways di seputar posisi 96,74. Donald Trump memberi komentar positif berkaitan negosiasi AS dengan China.
Dari pemikiran mendasar, Trump akan berperan pada penambahan bunga di kelompok pasar yang mengharap akan tercapainya terobosan baru dalam perundingan.
Selasa malam, Donald Trump mengatakan jika dia bisa menggagalkan tenggat pembahasan perdagangan dengan China untuk mundur dari 1 Maret.
Dia pun mengemukakan lebih senang bila tidak berjumpa dengan Presiden Cina Xi Jinping untuk mengakhiri kesepakatan ini. Pasar global melompat saat itu juga, walaupun Trump tidak menuturkan kapan juga kemunduran itu bisa ditolerir.
Lebih dari itu, cemas pasar cemas bila kesepakatan gagal sampai 1 Maret, jadi AS akan meningkatkan tarif import atas produk China dari 10 % jadi 25 %.
Bila hal tersebut berlangsung, jadi kerugian di beberapa bidang dari mulai elektronika sampai agri akan bertambah. Oleh karenanya, lihat pasar yang di setujui pada perundingan pada ke-2 negara yang masih tetap berjalan sampai akhir minggu ini.
Nampaknya kita sudah berpidah dari kekuasan dolar dalam dua session paling akhir, kekurangan ini terkait langsung dengan penambahan sentimen berkaitan perdagangan, tutur Michael McCarthy, pemimpin taktik pasar di CMC Markets, pada Reuters.
Tingkatkan minat pasar menggerakkan kenaikan harga aset-aset beresiko tambah tinggi seperti beli komoditas serta minyak mentah. Dengan spesial, Dolar Selandia Baru pun memperoleh kesepakatan penambahan dari bank sentra Selandia Baru yang lebih hawkish dibanding harapan pasar pada session Asia.
Waktu berita ditulis, Dolar AS relatif konstan vs Euro serta Pound di dalam yang di setujui prospek ekonomi benua Eropa. Penambahan minat resiko pun mengangkat nilai Dolar AS pada Yen sampai pasangan USD / JPY melesat tembus ujung 110,50. Akan tetapi, Greenback bertekuk lutut pada Dolar Selandia Baru, Aussie, serta Loonie.






