Dalam perdagangan hari ini Dolar New Zealand berada diposisi yang aman 0.15 % pada posisi 0.6745 terhadap Dolar AS dalam intraday sampai sesi New York hari Senin 12/November.
Meskipun DXY dalam posisi naik 0.45 % serta menekan sejumlah mata uang pesaingnya. Pasangan AUD/NZD ikut roboh 0.34 % ke posisi 1.0684 pada saat Kiwi sedang membaik.
Tidak banyak laporan ekonomi yang launching dari beberapa negara dalam awal minggu ini, termasuk juga dari New Zealand. Bahkan juga, data Electronic Card Retail Sales yang launching barusan pagi malah menyedihkan.
Data itu tunjukkan perkembangan cuma 0.1 % MoM dalam bulan Oktober, walau sebenarnya sebelumnya diekspektasikan akan naik 0.6 % di banding perkembangan 1.1 % pada bulan September.
Menurut beberapa analis, Dolar New Zealand didukung oleh data ketenagakerjaan yang dengan mengagetkan tampilkan profile spesial.
Tingkat pengangguran jatuh dari 4.4 % ke posisi 3.9 % pada kuartal III/2018, walau sebenarnya Tingkat Keterlibatan Angkatan Kerja Participation Rate bertambah pada periode yang sama.
Perihal ini memancing harapan pasar jika data ekonomi New Zealand yang lain bisa jadi tidak seburuk prediksi sebelumnya, serta bank sentra akan meningkatkan suku bunga bertambah cepat.
Lepas dari itu, keterangan dari analis ikut menyoroti eratnya jalinan perdagangan pada New Zealand bersama China. Jalinan itu bisa berimplikasi jelek buat Kiwi, jika China betul-betul diseret oleh perlambatan ekonomi karena eskalasi perseteruan perdagangan dengan AS.
Status New Zealand menjadi salah satunya negara yang perekonomiannya berbasiskan export ikut dapat semakin gawat, walau pelemahan mata uangnya peluang tingkatkan daya saing produk di pasar internasional.
Di lain sisi, Dolar AS malah semakin diuntungkan oleh pasang surutnya rumor perang dagang. Permasalahannya, sekarang ini gagasan kenaikan suku bunga Federal Reserve jadi salah satunya sorotan pasar juga.
Semakin bertambahnya suku bunga bisa membuat daya tarik Dolar AS menjadi asset Safe Haven bertambah lagi sebab mata uang lainnya yang dipandang seperti Safe Haven ikut, yakni Yen Jepang serta Franc Swiss, masih tetap ada dibawah kebijaksanaan suku bunga yang super rendah.






