Dolar Amerika Serikat (AS) secara mengejutkan mengalami kenaikan terhadap euro pada hari Senin, setelah sebelumnya menurun ke level paling rendah dalam hampir 8 pekan. Kenaikan dolar AS ini terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed akan selesai suku dalam menaikkan suku bunganya. Dari sini para pejabat bank sentral AS menjadi fokus pada pekan ini. Sinyal lebih lanjut tentunya terjadi tentang kebijakan suku bunga.
Kenaikan Dolar yang Sangat Mengejutkan
Ketua The Fed Jerome Powell akan menyampaikan pidatonya yakni pada hari Rabu dan Kamis. Untuk focus utama pada pidatonya nanti adalah apakah ia akan mempertahankan nada yang lebih dovish. Seperti ketika ia sampaikan setelah pertemuan dua hari The Fed pekan lalu. Tentunya komentar dari pejabat The Fed lainnya juga akan dievaluasi untuk bisa tahu tanda-tanda apakah mereka sudah memperkirakan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Gubernur The Fed Lisa Cook menjelaskan pada hari Senin bahwasanya dia berharap pada target suku bunga bank sentral sekarang ini cukup untuk mengembalikan inflasi ke target The Fed sebesar 2 persen. Pertumbuhan lapangan kerja khususnya pada bulan Oktober yang lebih dari perkiraan yang sudah dikeluarkan pada hari Jumat.
Tentu dalam hal ini menambahkan ekspektasi perlambatan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang akan mendukung The Fed untuk terus mempertahankan suku bunga tetap stabil. Masalah penggerak utama berikutnya bagi pasar kemungkinan besar ialah data inflasi harga konsumen bulan Oktober yang akan dikeluarkan pekan depan.
Untuk Indeks Dolar terakhir mengalami kenaikan sebesar 0,13 persen hari ini di 105,19 setelah sebelumnya menurun ke 104,84 terendah sejak 20 September. Jadi Indeks mengalami penurunan sebesar 1,4 persen pekan lalu, penurunan mingguan terbesar sejak bulan Juli. Sementara itu, euro menurun sebesar 0,06 persen menjadi $1,0723 setelah sebelumnya mengalami kenaikan ke $1,0756 tertinggi sejak 13 September.







