Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar Kiwi Tergelincir, GDP New Zealand Melemah

Dolar Kiwi Tergelincir, GDP New Zealand Melemah

668
0

Dolar New Zealand jatuh seputar 0.30 % ke rata-rata 0.6750 pada Dolar AS pada awal session Eropa hari Kamis ini 20/12, sesudah perkembangan Gross Domestic Product GDP launching lebih rendah dari harapan.

 

Kiwi ikut lumpuh lawan mata uang negara pesaingnya, pasangan AUD/NZD menguat 0.36 % ke posisi 1.0504 pada perdagangan intraday. Awal minggu ini, Dolar New Zealand sudah sempat bangun karena hasil survey sentimen usaha yang lebih baik.

 

Akan tetapi, kelihatannya rebound itu tidak tahan lama. Tubuh Statistik New Zealand memberikan laporan jika GDP Kuartal III/2018 cuma tumbuh 0.3 % Quarter-over-Quarter.

 

Angka itu tambah lebih rendah dari perkembangan 1.0 % pada kuartal awal mulanya, dan lebih lamban dibanding perkiraan ekonom yang menginginkan perkembangan 0.6 %.

 

Lambatnya perkembangan berimbas pada anjloknya GDP Tahunan dari 3.2 % jadi 2.6 % saja. Meskipun data Neraca Perdagangan yang launching pada tempo hampir bertepatan tunjukkan penurunan defisit dari 1,317 Juta jadi 861 Juta, tapi imbas negatif perlambatan GDP berpengaruh bearish pada Dolar New Zealand.

 

 

Selain itu, negara mitra dagang dekat New Zealand, China, ikut melaunching berita yang dipandang kurang enak oleh aktor pasar. Bank sentra China People’s Bank of China/PBoC meluncurkan kebijaksanaan baru untuk menggerakkan utang perusahaan kecil swasta di hari Rabu.

 

Beberapa analis memandang jika kebijaksanaan itu pada intinya ialah pelonggaran moneter, serupa dengan pemangkasan suku bunga, yang diperuntukkan untuk menanggulangi perlambatan ekonomi.

 

Di lain sisi, Dolar AS tengah bertemu dengan sentimen negatif pasar yang merebak sesudah pengumuman kebijaksanaan moneter Federal Reserve barusan pagi.

 

Meskipun The Fed masih meningkatkan suku bunga 25 basis point sesuai dengan harapan pasar, tapi mereka ikut mensinyalkan pemangkasan jumlahnya menguatnya suku bunga susulan tahun kedepan dari 3kali jadi 2 kali. Pimpinan Fed, Jerome Powell, ikut mengutamakan jika pergantian suku bunga tidak berbentuk tentu.

 

Beberapa analis memandang masih tetap ada peluang jika The Fed akan meningkatkan suku bunga lebih dari 2 kali pada tahun 2019.

 

Akan tetapi, beberapa yang lain melihat jika data-data ekonomi AS serta tanda perlambatan global akan menghambat Federal Reserve penuhi prediksi menguatnya suku bunga walau cuma dibanderol sekitar 2 kali.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses