Pasangan NZD/USD dalam perdagangan konstan seputar posisi 0.6613 dalam perdagangan hari Jumat ini 24/1, mengejar launching data inflasi harga customer yang tambah tinggi untuk kuartal IV/2019.
Meskipun data inflasi itu tidak seutuhnya meniadakan potensial pemotongan suku bunga bank sentra New Zealand Reserve Bank of New Zealand/RBNZ, tapi diinginkan bisa menentramkan beberapa pengambil kebijaksanaan untuk sesaat waktu.
Badan Statistik New Zealand memberikan laporan jika indeks harga customer bertambah 0.5 % Quarter-over-Quarter dalam triwulan paling akhir tahun kemarin.
Angka itu lebih baik dibanding harapan awal yang dibanderol pada 0.4 %, sekaligus juga mengangkat pergerakan inflasi tahunan dari 1.5 % jadi 1.9 %.
Dengan begitu, pergerakan inflasi New Zealand sekarang cuma memiliki jarak sejengkal dari titik tengah rata-rata sasaran inflasi RBNZ di antara 1-3 %.
Inflasi penting terakselerasi bertambah cepat dibanding harapan ke tingkat tahunan 1.9 % pada kuartal ke empat. Tambah tinggi dibanding forecast RBNZ yang dibikin pada bulan November lantas yang sebesar 1.6 %.
Ini sudah menyebabkan pasar suku bunga New Zealand untuk memotong harapan pemotongan suku bunga RBNZ selanjutnya, kata Lee Hardman, seorang analis mata uang di MUFG.
RBNZ sudah memangkas suku bunga sekitar 3 kali selama setahun lantas ditengah-tengah santernya desakan perlambatan ekonomi pada keadaan inflasi yang telah rendah.
Investor serta sempat memprediksi RBNZ akan meneruskan pemotongan suku bunga selanjutnya pada paruh pertama tahun 2020.
Harapan itu telah makin sedikit sekarang, di dukung oleh data ekonomi domestik yang lebih baik serta penandatanganan persetujuan dagang AS dengan China yang berimbas positif.
Namun, beberapa analis tidak seutuhnya meniadakan kemungkinan pemotongan suku bunga RBNZ sampai akhir tahun.
Selama tahun kemarin, data inflasi sudah bergerak dekati titik tengah sasaran inflasi RBNZ.
Tetapi dalam tempo yang sama, perkembangan ekonomi sudah melambat serta keinginan ekonomi yang lebih lemah mempunyai potensi memberatkan desakan inflasi domestik ke depan.
Jane Turner, seorang ekonom di ASB Bank, Kami masih lihat terdapatnya beberapa efek jika perkembangan ekonomi bisa saja tidak sembuh secepat yang direncanakan oleh kita serta RBN.
Hingga kami masih mencatat satu prediksi pemotongan suku bunga penambahan untuk 2020 peluang pada bulan Mei, meskipun risikonya condong ke bulan-bulan selanjutnya.






