Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar Kanada Semakin Terjerumus Saat Launching PMI Ivey

Dolar Kanada Semakin Terjerumus Saat Launching PMI Ivey

1068
0

Dolar Kanada melemah kembali pada Dolar AS dalam perdagangan hari Kamis ini 7/2, dengan tempat USD/CAD naik seputar 0.3 % ke rata-rata 1.3250.

 

Melemahnya Dolar Kanada karena anjloknya harga minyak semenjak awal minggu ini, semakin diperparah oleh memburuknya iklim usaha seperti diperlihatkan dalam laporan PMI Ivey.

 

Di hari Rabu malam, Richard Ivey School of Business memberikan laporan Purchasing Managers Index PMI Kanada turun dari 59.7 jadi 54.7, posisi paling rendah dalam empat bulan paling akhir. Walau sebenarnya, pasar cuma mengestimasikan penurunan tanda iklim usaha Kanada itu sampai posisi 56.4 saja.

 

Deputi Gubernur bank sentra Kanada Bank of Canada/BoC, Timothy Lane, menjelaskan jika ketidakpastian kebijaksanaan perdagangan Amerika Serikat meredam investasi usaha Kanada. Menurut dia, hal tersebut berlangsung meskipun mendasar ekonomi domestik sebetulnya cukuplah kuat.

 

Kanada sering terimbas oleh sentimen investor pada perekonomian tetangganya. Walau sebenarnya, menjadi negara yang mempunyai defisit neraca berjalan cukuplah tinggi serta tergantung pada export komoditas, Kanada begitu peka menanggapi saluran modal serta perdagangan global.

 

Selain itu, laporan penghasilan beberapa perusahaan AS yang menyedihkan sudah menyebabkan kejatuhan indeks saham AS kembali. Perihal ini pun berimbas negatif pada Loonie.

 

Beberapa mata uang negara berkembang melemah, ekuitas menghilang, kita melihat semakin banyak volatilitas melalui pasar dalam beberapa waktu paling akhir, tutur Mark McCormick dari TD Securities, pada The Globe and Mail, Dolar Kanada ialah mata uang berbeta tinggi dalam G10, yang berarti bila ekuitas alami penurunan jadi Dolar Kanada pun melemah.

 

Pelemahan harga minyak mentah yang disebut komoditas penting Kanada juga ikut memberatkan. Dalam perdagangan ini hari, harga minyak mentah type Brent cuma alami penurunan seputar 0.6 % ke posisi USD62.27 per barel, tapi West Texas Intermediate WTI turun seputar 1 % ke rata-rata USD53.23 per barel.

 

Prospeknya masih tetap tidak menentu, bersamaan dengan meningkatnya kecemasan pasar masalah limpahan surplus global. Lepas dari beberapa aspek negatif itu, Loonie sudah reli seputar 3.3 % semenjak awal tahun 2019.

 

Dalam satu survey Reuters belakangan ini, sebagian besar analis memprediksi jika mata uang ini akan kembali kuat dalam dua belas bulan ke depan. Faktanya, Dolar AS peluang turun kembali dengan luas serta kebijaksanaan moneter global semakin lebih longgar dibanding prediksi awal mulanya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses