
Dolar sedikit bergerak semakin tinggi memasuki sesi awal perdagangan Eropa pada hari Rabu, sedangkan mata uang safe haven dalam permintaan yang disebabkan kebangkitan covid-19 yang terjadi di Amerika Serikat memunculkan kebimbangan atas kemampuan rebound ekonomi.
DXY dalam perdagangan hari ini bergerak naik sebesar 0,1% pada posisi 96,873. Pasangan EUR/USD naik 0,2% pada 1,1280, sesaat USD / JPY datar di 107,52.
Ada nyaris 11,8 juta COVID-19 masalah di penjuru dunia pada 8 Juli, berdasar data Kampus Johns Hopkins, dimana AS mempunyai jumlah masalah serta kematian paling tinggi yang diketahui di dunia.
Beberapa petinggi Federal Reserve mengatakan kekhawatirannya di hari Selasa jika kenaikan infeksi bisa berefek kurang baik buat perekonomian seperti juga beberapa program rangsangan akan menyesuaikan.
Raphael Bostic Presiden Bank Federal Reserve Atlanta mengingatkan jika kenaikan dalam jumlah masalah sudah membuat pemilik usaha grogi lagi serta jika sense ada perasaan riil ini kemungkinan berjalan semakin lama dari yang kita targetkan
Tetapi, kenaikan masalah tidak cuma permasalahan buat Amerika. Pasangan AUD / USD kehilangan 0,2% jadi 0,6935, dengan dolar Australia menurun sesudah kota paling besar ke-2 di negara itu Melbourne menetapkan kembali lagi aksi penguncian untuk mengekang pandemi.
Dalam sesi lain, pasangan GBP/USD bergerak naik 0,2% jadi 1,2559 sesudah Perdana Menteri Boris Johnson menjelaskan jika Inggris masih memiliki komitmen untuk kerja keras untuk mendapatkan persetujuan tentang perdagangan dengan UE.
Rishi Sunak Kanselir Menteri Keuangan akan memberitahukan rincian paket rangsangan fiskal paling baru negara tersebut pada Rabu malam.
Sterling sudah naik seputar 0,6% minggu ini pada dolar serta 0,4% pada euro, tapi tetap jadi salah satunya mata uang G7 terlemah sebab kebimbangan tetap, apa persetujuan perdagangan akan diberi tanda tangan di akhir tahun.
Disamping itu, ada skeptisisme jika proposal oleh beberapa penasihat Presiden Amerika Serikat untuk lemahkan pasak mata uang Hong Kong akan membawa hasil.
Sebab cara semacam itu akan susah untuk diaplikasikan serta beresiko melukai kebutuhan AS sekitar itu akan memberi hukuman China.





