Dolar Australia tergelincir 0.45 % ke posisi 0.7241 pada Dolar AS pada perdagangan session Asia hari Jumat ini 1/2, mundur dari posisi paling tinggi semenjak awal Desember yang sudah sempat terwujud di hari Kamis.
Mata uang yang seringkali dilihat menjadi acuan sentimen resiko global ini terkoreksi sebab dirilisnya data PMI Caixin yang tunjukkan penurunan kegiatan pabrikan China dengan laju terburuk dalam hampir tiga tahun paling akhir.
Hasil penelitian paling baru dari IHS Markit serta Caixin tunjukkan jika Purchasing Managers’ Index di bidang manufaktur China turun dari 49.7 jadi 48.3 pada bulan Januari.
Simpulan yang diraih dari survey atas responden dari perusahaan-perusahaan kecil serta menengah China itu lebih jelek dibanding perkiraan penurunan ke posisi 49.5 yang diprediksikan sebelumnya.
Data hasil survey paling baru mensinyalkan keadaan operasional keseluruhannya yang lesu di bidang manufaktur China tahun 2019, demikian bunyi pengakuan Caixin serta IHS Markit
Situasi keinginan lebih lemah membuat perusahaan–perusahaan membuat revisi agenda produksi mereka Data yang mendasarinya memberikan indikasi jika sejumlah besar kekurangan bersumber dari keinginan domestik yang lamban.
Data pabrikan China itu mengusung kembali kecemasan pasar mengenai perkembangan global. Ditambah lagi, China bukan hanya satu negeri yang alami kejadian ini.
Beberapa negara berbasiskan export yang lain, termasuk juga Jepang, Korea Selatan, serta Taiwan, pun memberikan laporan angka PMI yang lebih jelek dan outlook pabrikan lesu untuk tahun 2019.
Indeks manufaktur Australia yang launching oleh AIG barusan pagi tunjukkan perbaikan cukuplah memuaskan. AIG Manufacturing Index bertambah dari 49.5 jadi 52.5 pada bulan Januari, menunjukkan pemulihan iklim usaha dalam negeri.
Akan tetapi, sentimen resiko pasar global yang jelek condong merugikan buat mata uang komoditas seperti Aussie walau relatif menguntungkan buat mata uang Safe Haven seperti Yen.
Selain itu, aktor pasar pun menyoroti perundingan perdagangan pada Amerika Serikat serta China yang tengah berjalan di Washington. Dari hasil perundingan itu bisa punya pengaruh kuat pada sentimen resiko pasar. Presiden Trump sudah mengatakan kemauannya untuk berdamai dengan China; tapi dia tidak meniadakan peluang akan ditundany






